Newestindonesia.co.id – Jabar, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah berhasil mengidentifikasi 20 jenazah korban bencana tanah longsor yang menimpa Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Proses identifikasi berlangsung intensif di Pos DVI Polda Jabar, setelah puluhan kantong jenazah diterima dari lokasi bencana.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyampaikan proses identifikasi berjalan sesuai prosedur.
“Tim DVI Polda Jawa Barat telah berhasil mengidentifikasi 20 korban longsor Cisarua dari total 34 kantong jenazah atau body pack yang diterima,” ujar Hendra dalam keterangan resmi kepada media, Selasa (27/1/2026).
Jenazah yang sudah teridentifikasi kini telah diserahkan kepada pihak keluarga, sementara puluhan jenazah lainnya masih dalam tahap pencocokan data ante mortem dan post mortem. Sisanya masih menjalani proses identifikasi di fasilitas kesehatan dan pos DVI terkait.
Kronologi dan Dampak Longsor
Bencana tanah longsor terjadi pada Sabtu dini hari (24/1/2026) sekitar pukul 02.30–03.00 WIB di kawasan permukiman yang berada di kaki Gunung Burangrang, akibat hujan lebat yang berlangsung selama beberapa hari. Tanah dan material longsor bergerak cepat menutup permukiman di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, serta merusak sedikitnya 30 unit rumah warga.
Menurut data yang dihimpun, puluhan warga dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian, sementara puluhan lainnya berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan. Media internasional sebelumnya melaporkan bahwa sekitar 81–82 orang masih hilang, dengan 23 warga ditemukan selamat pada fase awal operasi.
Upaya SAR dan Identifikasi
Operasi pencarian dan pertolongan di lokasi longsor melibatkan puluhan unit dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, Polri, BPBD Jawa Barat, relawan, serta dukungan alat berat seperti ekskavator untuk mempercepat evakuasi material longsor. TIM juga menggunakan drone dan K9 untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses.
Tim SAR masih terus bekerja untuk menemukan korban yang belum teridentifikasi. Kombes Pol. Hendra menegaskan seluruh proses dilakukan dengan kehati-hatian tinggi agar identitas korban dapat dipastikan secara akurat sebelum diserahkan kepada keluarga.
Proses evakuasi tidak lepas dari tantangan, termasuk kondisi cuaca yang kadang tidak bersahabat serta medan yang berbahaya akibat tanah yang labil. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan terkait potensi hujan deras di wilayah Jawa Barat, yang turut memperparah risiko bencana.
Sementara itu, pemerintah daerah bersama BPBD telah menyiapkan pusat pengungsian dan bantuan logistik bagi ratusan warga yang terdampak, serta menyatakan komitmen untuk terus mengawasi proses pemulihan termasuk penentuan titik relokasi yang aman bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login