Newestindonesia.co.id – Sulbar, Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menutup sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Binuang Paku di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar). Keputusan itu diambil setelah 16 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 010 Paku mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu (14/2) pagi.
Surat keputusan penutupan tertuang dalam Surat BGN Nomor 439/D.TWS/02/2026, bertanggal 14 Februari 2026, yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan melalui Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Rudi Setiawan.
Koordinator Wilayah BGN Polman, Muh Firman Jaelani, membenarkan bahwa semua aktivitas di SPPG Binuang Paku dihentikan sementara.
“(Diberhentikan sementara) iya betul,” ujar Jaelani kepada wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (15/2/2026) dikutip detikSulsel.
Penyebab dan Investigasi
Penutupan itu akan tetap berlaku sampai hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dibagikan ke siswa keluar dari Dinas Kesehatan setempat.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari dinas kesehatan untuk mengetahui penyebab pasti,” kata Jaelani.
Hasil investigasi awal oleh pihak berwenang memperlihatkan bahwa dugaan sementara sumber keracunan berasal dari makanan MBG yang didistribusikan pada kegiatan tersebut. Menu yang dikonsumsi para siswa adalah bubur kacang hijau dan susu, yang dikemas dalam wadah ompreng.
Kronologi Insiden di Sekolah
Kejadian bermula saat sekitar 20 siswa kelas enam SDN 010 Paku serentak menyantap makanan MBG pada pagi hari itu. Sesaat setelah makan, puluhan siswa menunjukkan gejala pusing, mual, muntah, dan lemas. Beberapa di antaranya bahkan bolak-balik masuk ke kamar mandi karena muntah.
“Ada 15 siswa yang alami gejala keracunan dan kita larikan ke Puskesmas Binuang,” ujar Guru SDN 010 Paku, Murni, kepada wartawan di lokasi kejadian. Sesampainya di Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Binuang, para murid langsung mendapat penanganan medis termasuk infus.
Kekhawatiran Komunitas dan Desakan Penutupan
Insiden ini memicu kekhawatiran di masyarakat dan kalangan organisasi lokal. Jaringan Oposisi Loyal (JOL) Polman mengecam insiden tersebut dan mendesak penutupan fasilitas SPPG yang diduga menjadi sumber masalah.
“Ini bukan sekadar insiden biasa. Ini menyangkut keselamatan generasi kita,” tegas Commando Mitigasi JOL Polman, Nur Hadi Wijaya.
Ia mengkritik ketidakpatuhan terhadap prosedur sanitasi dan SOP serta mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas, termasuk keterlibatan aparat penegak hukum jika ditemukan pelanggaran.
Syarat dan Kepatuhan SPPG
Selain menunggu hasil laboratorium, BGN menyatakan bahwa pihak SPPG Binuang Paku harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi. Di antaranya adalah kepemilikan Sertifikat Laik Sehat (SLS) serta sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebelum dapat kembali beroperasi.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi bagi pelajar. Namun, beberapa kasus keracunan di berbagai daerah belakangan menjadi sorotan, mendorong survei dan pengetatan prosedur keamanan pangan untuk melindungi anak sekolah.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login