Newestindonesia.co.id, Sebuah insiden tragis terjadi di sebuah apartemen kawasan Surabaya Barat, Jawa Timur, ketika dua pekerja pembersih kaca gedung tinggi terjebak di gondola saat hujan deras disertai angin kencang melanda kota tersebut. Peristiwa yang terjadi pada Senin (2/3/2026) itu mengakibatkan satu orang pekerja meninggal dunia setelah sempat bergelantungan di ketinggian selama belasan menit.
Insiden tersebut terekam dalam video amatir warga yang kemudian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat gondola yang digunakan para pekerja bergoyang hebat diterpa angin kencang, bahkan beberapa kali menghantam dinding gedung apartemen.
Peristiwa ini langsung mengundang perhatian publik sekaligus memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan kerja bagi pekerja yang beraktivitas di ketinggian, khususnya dalam kondisi cuaca ekstrem.
Gondola Terombang-ambing di Tengah Hujan Badai
Peristiwa tragis ini terjadi ketika dua pekerja sedang melakukan pekerjaan pembersihan kaca di salah satu apartemen di kawasan Pakuwon Indah, Surabaya.
Saat itu, kondisi cuaca di Surabaya tiba-tiba berubah drastis. Hujan deras yang datang bersamaan dengan angin kencang membuat gondola yang mereka gunakan menjadi tidak stabil.
Akibat terpaan angin, gondola tersebut terombang-ambing di udara dan membuat kedua pekerja terjebak di ketinggian.
Kabid Pemadam Kebakaran Surabaya M. Rokhim menjelaskan bahwa kedua pekerja sempat tergantung di gondola selama beberapa menit sebelum petugas penyelamat tiba di lokasi.
“Cukup lama ya (tergantung dan terpelanting saat angin kencang), mungkin sekitar 15 menitan tadi sebelum tim Rescue datang ke lokasi,” kata Rokhim saat ditemui di lokasi kejadian dikutip melalui detikNews.
Selama kurun waktu tersebut, gondola terus bergoyang di ketinggian akibat angin yang cukup kuat.
Video yang beredar memperlihatkan bagaimana gondola tersebut beberapa kali menghantam dinding gedung akibat terpaan angin. Kondisi ini membuat para pekerja yang berada di dalamnya berada dalam situasi sangat berbahaya.
Satu Pekerja Tewas
Dari dua pekerja yang terjebak di gondola, satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Edy Suratno (51), warga Tambak Wedi, Surabaya.
Menurut Rokhim, korban diduga sudah dalam kondisi tidak bernyawa saat petugas penyelamat tiba di lokasi kejadian.
“Sudah meninggal kayaknya, sudah meninggal berarti yang satu (Edy),” ujarnya.
Setelah berhasil dijangkau oleh tim penyelamat, korban kemudian dievakuasi melalui jendela salah satu unit apartemen di lantai 25 gedung tersebut.
Sementara itu, satu pekerja lainnya berhasil diselamatkan dan kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Petugas Command Center 112 Surabaya menyebut bahwa total terdapat dua orang pekerja yang terjebak dalam insiden tersebut.
“Korban dua orang. Satu alhamdulillah selamat dirujuk ke rumah sakit. Satunya tidak dapat tertolong, meninggal dunia,” kata petugas Command Center 112 Surabaya Ekky Maulana Nugraha.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, peristiwa tersebut bermula ketika para pekerja tengah menyelesaikan pekerjaan pembersihan kaca gedung.
Saat itu kondisi cuaca sebenarnya sudah terlihat mendung. Para pekerja pun disebut sedang bersiap untuk mengakhiri pekerjaan dan turun dari gondola.
Namun cuaca buruk datang lebih cepat dari perkiraan.
“Sudah mau (selesai/istirahat), karena posisi mendung, sudah siap-siap dia mau turun gitu ya, tapi nggak nyampai, akhirnya sudah kena angin itu ya,” kata Rokhim.
Ia juga menyebut bahwa sebenarnya terdapat beberapa tim pekerja yang melakukan pekerjaan serupa di gedung tersebut.
Namun salah satu rekan pekerja yang berada di bawah gondola diketahui sudah turun terlebih dahulu sebelum angin kencang datang.
“Temannya yang di bawah ini sudah turun. Ada beberapa tim (pekerja) sebenarnya,” lanjutnya.
Saat angin kencang datang, gondola yang membawa kedua pekerja tersebut langsung tersangkut dan tidak bisa dikendalikan.
Kondisi itulah yang kemudian membuat mereka terjebak di ketinggian selama belasan menit hingga akhirnya tim penyelamat datang.
Video Insiden Viral di Media Sosial
Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah video amatir yang merekam kejadian tersebut beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman berdurasi sekitar 20 detik, terlihat gondola yang membawa pekerja tersebut bergoyang hebat akibat terpaan angin kencang.
Gondola tersebut bahkan beberapa kali menghantam dinding dan kaca gedung apartemen.
Seorang warga yang merekam kejadian tersebut mengatakan bahwa saat itu pekerja masih berada di dalam gondola ketika cuaca tiba-tiba berubah buruk.
“Ada orangnya itu,” kata warga yang merekam kejadian tersebut.
Video tersebut kemudian memicu berbagai reaksi dari warganet yang merasa ngeri melihat situasi para pekerja yang terjebak di ketinggian saat badai melanda.
Proses Evakuasi
Setelah menerima laporan dari warga, tim pemadam kebakaran dan penyelamat Surabaya segera menuju lokasi kejadian.
Petugas kemudian melakukan upaya evakuasi dengan menjangkau korban melalui jendela salah satu unit apartemen.
Proses evakuasi berlangsung cukup menantang mengingat posisi gondola berada di ketinggian puluhan meter dari permukaan tanah.
Petugas harus memastikan kondisi gondola stabil agar proses penyelamatan dapat dilakukan dengan aman.
Sayangnya, satu pekerja tidak berhasil diselamatkan.
Cuaca Ekstrem Diduga Jadi Penyebab
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Surabaya pada siang hari tersebut diduga menjadi penyebab utama insiden ini.
Cuaca ekstrem membuat gondola yang digunakan pekerja menjadi tidak stabil dan sulit dikendalikan.
Badai yang datang secara tiba-tiba membuat para pekerja tidak memiliki cukup waktu untuk turun dari ketinggian.
Kondisi ini menunjukkan besarnya risiko pekerjaan pembersihan kaca gedung tinggi, terutama ketika dilakukan di tengah cuaca yang tidak menentu.
Risiko Pekerjaan Gondola
Pekerjaan pembersihan kaca gedung menggunakan gondola memang dikenal memiliki risiko tinggi.
Para pekerja harus berada di ketinggian puluhan hingga ratusan meter dari permukaan tanah.
Selain harus memiliki peralatan keselamatan yang memadai, faktor cuaca juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan sebelum pekerjaan dilakukan.
Angin kencang dapat menyebabkan gondola bergoyang bahkan menghantam dinding gedung, seperti yang terjadi dalam insiden di Surabaya ini.
Karena itu, prosedur keselamatan kerja biasanya mewajibkan pekerjaan dihentikan apabila kondisi cuaca dianggap tidak aman.
Duka bagi Keluarga Korban
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban yang meninggal dunia.
Korban diketahui merupakan warga Surabaya yang bekerja sebagai petugas pembersih kaca gedung.
Insiden ini sekaligus menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi para pekerja di sektor tersebut.
Pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut terkait insiden tersebut.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login