Newestindonesia.co.id, Kebakaran gudang penyimpanan bahan kimia pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (9/2/2026) pagi, ternyata menyisakan dampak yang lebih luas dari sekadar kobaran api. Api yang melalap gudang menyebabkan limbah kimia berbahaya mengalir ke aliran sungai di sekitar lokasi, termasuk ke Sungai Cisadane, sumber air baku utama untuk distribusi air bersih di Kota dan Kabupaten Tangerang.
Akibat pencemaran tersebut, distribusi air bersih kepada ratusan ribu pelanggan PDAM terpaksa dihentikan sementara karena air sungai tercemar bau menyengat hingga mengancam kualitas air yang diolah menjadi air minum warga.
Dampak Pencemaran Air PDAM
Dalam keterangan resminya, Dody Efendi, Direktur Umum Perumda Tirta Benteng (PDAM TB), menjelaskan bahwa pencemaran limbah kimia dari sungai memaksa pihaknya menghentikan operasi instalasi pengolahan air (IPA) sementara waktu.
“Kejadian kebakaran gudang bahan kimia di Serpong membuat air baku Sungai Cisadane tercemar limbah kimia berbahaya dengan indikasi bau menyengat, air sungai berminyak dan ikan mati mendadak, maka seluruh IPA Perumda TB kami stop operasi,” ujar Dody dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/2/2026).
Pihak PDAM langsung melakukan koordinasi dengan pengelola Pintu Air Sepuluh untuk membuka pintu air nomor 9 dan 10 dengan tujuan mempercepat pembuangan limbah ke laut dan meminimalkan efek pencemaran selama proses pemantauan kualitas air secara berkala.
Hingga Selasa pagi, Dody menyebutkan bahwa kualitas air baku mulai menunjukkan perbaikan sehingga IPA mulai dioperasikan secara bertahap. Menurutnya, pukul 07.15 distribusi air ke pelanggan di Kota Tangerang telah mencapai sekitar 95 persen dari kapasitas normal.
Imbauan kepada Warga
Meski sebagian besar jaringan distribusi air sudah berjalan kembali, PDAM TB mengimbau masyarakat tidak menggunakan air PDAM sementara waktu untuk keperluan konsumsi atau memasak, hingga kualitas air benar-benar aman.
Limbah yang mengalir ke sungai juga menyebabkan sejumlah ikan mati mendadak. Insiden ini terjadi akibat residu bahan kimia di sungai setelah gudang pestisida terbakar, menurut laporan wartawan yang berada di lokasi.
Kronologi Kebakaran Gudang
Kebakaran terjadi pada pukul 04.30 WIB pagi. Upaya pemadaman sempat mengalami kesulitan karena jenis bahan kimia yang terbakar tidak mudah dipadamkan dengan air biasa. Petugas Damkar diketahui terpaksa menggunakan pasir dari dua truk untuk menjinakkan kobaran api di beberapa titik selama lebih dari 7 jam sebelum api dapat dikendalikan.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa ini, namun kerugian material dan dampak lingkungan masih dalam perhitungan otoritas setempat.
Respons Pemerintah dan Mitigasi
Instansi lingkungan hidup Tangerang dan dinas terkait kini terus memantau kualitas air sungai secara fisika dan kimiawi menyusul insiden tersebut. Pintu-pintu air dikendalikan untuk memastikan aliran limbah tidak semakin menyebar ke pemukiman warga.
Analisis pakar lingkungan menyebutkan bahwa pencemaran bahan kimia di sungai bisa berdampak jangka panjang terhadap ekosistem air tawar dan dapat mengganggu kesehatan masyarakat jika tidak ditangani cepat dan tepat. Pendekatan mitigasi dan pemulihan menjadi langkah krusial setelah kejadian seperti ini berlangsung.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login