Newestindonesia.co.id, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua bus TransJakarta di “jalur langit” Koridor 13 Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Senin (23/2/2026) pagi menjadi sorotan publik dan penegak lalu lintas. Insiden yang sempat disebut sebagai ’adu banteng’ tersebut mengakibatkan 23 penumpang luka-luka, termasuk dua orang yang mengalami patah tulang, akibat benturan keras antara dua kendaraan besar yang melaju di jalur yang sama.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menyampaikan bahwa penyebab awal kecelakaan tersebut adalah unit bus yang dikendarai sopir berinisial Y mengalami kantuk akut dan tertidur sesaat di kemudi—fenomena yang dalam dunia medis disebut microsleep.
“Persis jam 07.15 WIB, Saudara Y mengaku tertidur, ngantuk, akhirnya bus yang dikemudikan Y lari ke jalur Saudara A. Mungkin karena kelelahan,” ujar Ojo kepada media dikutip melalui detikHealth.
Apa Itu Microsleep dan Mengapa Berbahaya?
Microsleep adalah tindakan singkat tertidur secara tidak sadar, biasanya berlangsung hanya beberapa detik, tetapi terjadi tanpa disadari oleh orang yang mengalaminya. Dalam kondisi ini, meskipun mata terlihat terbuka dan tubuh tampak terjaga, otak telah memasuki fase tidur singkat sehingga fungsi kendali terhadap kendaraan atau alat berat menjadi hilang dalam hitungan detik saja.
Fenomena ini sangat berbahaya terutama saat berkendara dengan kecepatan tinggi, karena hilangnya kesadaran meskipun sebentar dapat menyebabkan kendaraan tidak terkendali—dalam kecepatan sekitar 80 km/jam, tertidur selama sekitar 3 detik bisa membuat kendaraan melaju tanpa kendali di jarak hampir 70 meter.
Umumnya, microsleep terjadi ketika seseorang kurang tidur, memiliki kualitas tidur yang buruk, atau mengalami kelelahan ekstrem akibat aktivitas fisik maupun mental yang berlebihan sebelum mengemudi. Risiko meningkat ketika perjalanan jauh melewati jalur monoton seperti di jalan tol atau jalur cepat karena pola berkendara yang repetitif memicu rasa kantuk.
Tanda dan Gejala Microsleep yang Sering Terjadi
Pakar kesehatan tugas tidur menyebut bahwa benar-benar sulit mengenali microsleep pada diri sendiri, karena ia datang dan hilang dengan cepat. Namun, beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Tidak merespons saat diajak bicara
- Tatapan mata kosong
- Kepala tiba-tiba menunduk atau mengangguk
- Tubuh tersentak tiba-tiba
- Tidak mengingat kejadian 1–2 menit terakhir
- Kedipan mata melambat drastis
Sebelum episodenya terjadi, tubuh biasanya memberikan sinyal awal seperti sulit menjaga mata tetap terbuka, sering menguap berlebihan, dan berkedip berulang untuk tetap terjaga.
Faktor Risiko dan Pencegahan
Menurut pandangan ahli, penyebab umum microsleep meliputi:
- Kurangnya waktu tidur yang cukup (idealnya 7–9 jam per malam)
- Perjalanan jarak jauh tanpa jeda istirahat
- Jalan tol atau jalur lurus dan monoton
- Dehidrasi atau kekurangan asupan gizi
- Efek samping obat-obatan tertentu yang menyebabkan kantuk
Pakar neurologi juga menganjurkan setiap pengemudi untuk mengatur jadwal istirahat yang cukup sebelum perjalanan panjang, serta menggunakan fasilitas rest area untuk berhenti sejenak ketika merasa kantuk tidak tertahankan. “Tidur yang cukup sebelum berkendara itu lebih penting daripada mencoba memaksakan diri sampai tiba di tujuan,” ujar salah satu dokter spesialis neurologi.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login