Newestindonesia.co.id, Video distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten menjadi viral di media sosial setelah memperlihatkan makanan yang disajikan tidak sesuai prosedur.
Dalam konten yang tersebar, nampak paket MBG justru dibungkus dalam kantong plastik, bukan dalam kemasan sesuai standar operasional.
Dalam rekaman video yang beredar, paket MBG berisi ayam, nasi bubur, dan buah lengkeng terlihat berada dalam kantong plastik. Seorang wanita yang terekam dalam video menyampaikan kekesalannya terhadap cara penyajian tersebut.
“Masa mau dimakan sama kita pakai plastik beginian, kaya buat kucing,” kata dia.
Klarifikasi SPPG Karyasari
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, memberikan klarifikasi dan penjelasan resmi. Menurut Dimas, proses pendistribusian MBG telah dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN), yakni melalui penggunaan ompreng untuk membawa makanan dari dapur ke tempat penyaluran.
Namun, saat paket MBG tiba di titik pengantaran, salah satu kader posyandu memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantong plastik, tanpa sepengetahuan maupun koordinasi dengan pihak SPPG.
“Sesudah sampai ke titik pengantaran, itu diserahkan kepada ibu kader, nah ibu kader berinisiatif, tanpa sepengetahuan saya malah dimasukkan ke dalam plastik… tanpa izin dan pemberitahuan,” jelas Dimas seperti dikutip melalui detikNews.
Ia menerangkan bahwa pemindahan tersebut dilakukan secara spontanitas, namun ia tidak mengetahui alasan secara rinci mengapa kader memilih untuk memindahkannya. “Katanya spontan aja karena udah sore datangnya…,” tambahnya.
Standar Kebersihan dan Saran Pihak SPPG
Dimas juga mengakui bahwa menyajikan MBG dalam kantong plastik bukan bagian dari SOP dan tidak higienis. Ia menyarankan bahwa jika makanan ingin dibawa pulang oleh penerima manfaat, makanan seharusnya diwadahi menggunakan alat makan layak seperti mangkuk atau piring dari rumah masing-masing.
Dampak Kejadian dan Tanggapan Warga
Video yang viral tersebut memicu reaksi dari warga net, beberapa di antaranya mempertanyakan etika dan standar penyajian makanan untuk kelompok rentan seperti bumil dan balita. Respon masyarakat ini memicu diskusi yang lebih luas terkait keamanan pangan dalam program bantuan pemerintah.
Insiden Viral dan Respons Internal
Setelah video menyebar luas, pihak SPPG Karyasari mengundang para kader untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut dan melakukan komunikasi intensif terkait insiden itu. Upaya tersebut merupakan bagian dari langkah internal untuk memahami penyebab serta memperbaiki praktik distribusi di masa mendatang.
Kejadian viral di Pandeglang yang memperlihatkan makanan MBG dibungkus dalam kantong plastik bukan hasil dari prosedur yang ditetapkan, tetapi merupakan tindakan spontan oleh kader posyandu tanpa koordinasi dengan SPPG. Pihak SPPG menegaskan telah menjalankan SOP dalam pendistribusian dan memberikan klarifikasi resmi atas insiden tersebut.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login