Newestindonesia.co.id, Kepolisian mengungkapkan motif dan detail kasus pembunuhan yang menewaskan seorang pegawai SPPG di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, yang jasadnya ditemukan di semak-semak bekas kebun nanas. Pelaku, yang merupakan rekan kerja korban, menjelaskan perbuatannya dengan alasan emosional yang mengemuka saat diperiksa penyidik.
AN (38) mengaku tega menghabisi nyawa Wulandari (50), pegawai SPPG yang juga rekannya, karena merasa kesal dan terganggu akibat tindakan korban yang memeluknya saat berkendara dengan sepeda motor.
Kasus ini terkuak setelah mayat korban ditemukan warga di Desa Gaung Asam, Kecamatan Belida, Muara Enim, pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
“Kesal Pak, dia nak (mau) peluk saya terus, saya sudah punya istri,” ujar AN saat memberikan keterangan kepada petugas, Rabu (28/1/2026) dikutip dari detikSumbagsel.
Detik-detik Kejadian
Menurut pengakuan pelaku, kejadian berawal ketika ia hendak pergi ke Desa Gaung Asam untuk mengembalikan terpal yang dipinjamnya pada Kamis (22/1/2026). Sehari sebelumnya, korban sempat mengajak AN jalan-jalan, namun pelaku menolak karena sudah berencana berangkat.
Saat pelaku bersiap berangkat, korban memaksa ikut sehingga mereka berdua membonceng menggunakan motor korban. Dalam perjalanan, AN mengaku semakin merasa terganggu karena korban terus memegang dan menggerayangi tubuhnya di atas motor.
Pelaku kemudian menghentikan motor, menjegal kaki korban hingga terjatuh, dan melakukan penganiayaan. Wulandari sempat melakukan perlawanan, namun AN lantas menjerat leher korban menggunakan jilbab yang dikenakannya hingga nyawa korban tidak tertolong.
Usai Aksi, Pelaku Cabut dan Menyerahkan Diri
Setelah memastikan korban tewas, AN meninggalkan tubuh korban di semak-semak lokasi penemuan jasad, kemudian membawa motor korban ke wilayah Lembak dan meninggalkannya di sana, sambil membuang kunci sepeda motor.
Pelaku kemudian naik travel pulang ke Palembang, namun beberapa hari setelah kejadian, ia menyerahkan diri ke rumah salah satu anggota polisi dan dibawa ke Polsek Ilir Barat 1.
“Sudah tahu risikonya Pak, saya tanggung sendiri,” kata AN kepada wartawan usai penyerahan diri.
Identitas Korban dan Status Tersangka
Korban, Wulandari, diketahui bekerja sebagai tukang cuci ompreng di SPPG yang sama dengan pelaku, yang bekerja sebagai OB (office boy). Keduanya diketahui sama-sama berstatus pekerja di perusahaan tersebut.
Kapolsek Ilir Barat 1, Kompol Fauzi Saleh, mengatakan setelah penyerahan diri, pelaku langsung diserahkan ke Satreskrim Polres Muara Enim untuk proses hukum lebih lanjut.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login