Newestindonesia.co.id – Kalbar, Sebanyak 416 dari total 417 korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat telah dipulangkan ke rumah masing-masing. Hanya satu pasien masih dirawat di rumah sakit, menurut Kepala Program MBG Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).
Agus menjelaskan bahwa insiden keracunan dugaan akibat konsumsi menu perkedel tahu ini melibatkan ratusan orang yang terdiri dari siswa, guru, dan relawan MBG.
“Tersisa satu pasien yang dirawat di RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Selebihnya, baik yang dirujuk maupun di Puskesmas Marau sudah dipulangkan ke rumah masing-masing,” kata Agus dikutip detikKalimantan.
Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Pasien yang masih dirawat di RSUD atas nama Yeyen, mengalami keluhan utama di bagian perut setelah sebelumnya menunjukkan gejala serupa dengan korban lain — yakni mual, pusing, dan muntah-muntah. Namun, Yeyen juga sempat mengalami demam tinggi hingga badan kaku atau kejang.
Yeyen dibawa ke Rumah Sakit bersama dua pasien lain yang kini telah dinyatakan pulih dan dipulangkan. Agus menekankan bahwa pemantauan medis masih dilakukan secara berkelanjutan, termasuk koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang dan Koordinator Wilayah MBG setempat.
Dugaan Penyebab dan Status Uji Laboratorium
Meski sebagian besar korban sudah pulang, hingga saat ini hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan sampel muntahan korban belum keluar.
“Untuk hasil uji lab, belum keluar,” ujar Agus.
Kuat dugaan kejadian ini berawal dari perkedel tahu yang disajikan dalam menu MBG pada Rabu, 4 Februari 2026. Menu makan pada hari itu terdiri dari nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi dan wortel serta puding. Sejumlah penerima manfaat mengaku mengalami pusing, mual, dan muntah setelah menyantap menu tersebut.
Agus menyatakan laporan awal peristiwa ini diterima pihaknya dari sekolah pada Kamis (5/2/2026) pagi. Banyak siswa yang tidak masuk sekolah karena gejala yang sama tersebut.
Kasus Sebelumnya
Awal laporan kasus dugaan keracunan bermula beberapa hari sebelumnya. Jumlah korban sempat terus bertambah dari puluhan ke ratusan orang dalam beberapa hari, hingga mencapai 417 orang terdampak. Sebagian korban sempat dirawat di fasilitas kesehatan setempat seperti Puskesmas Marau dan Rumah Sakit RSUD dr Agoesdjam Ketapang.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login