Newestindonesia.co.id, Sebuah video yang memperlihatkan aksi pengeroyokan terhadap seorang juru parkir (jukir) di Kota Medan viral di media sosial. Korban diketahui merupakan koordinator jukir bernama Dandy Aulia Pratama yang mengalami luka serius setelah diduga dikeroyok sekelompok pria yang disebut sebagai preman pasar.
Peristiwa tersebut terjadi di Pasar Sukaramai, Kecamatan Medan Area, Kota Medan. Dalam rekaman video yang beredar luas, korban terlihat tengah menjalankan tugasnya sebagai juru parkir sebelum didatangi oleh sekelompok orang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelaku diduga melarang korban untuk bekerja sekaligus mengutip uang parkir di lokasi tersebut. Padahal, korban disebut menjalankan tugas sesuai dengan perintah dari pihak PUD pasar.
Situasi memanas ketika korban tidak mengindahkan larangan tersebut. Akibatnya, korban diduga langsung dikeroyok oleh para pelaku hingga mengalami luka parah.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius, termasuk robek pada bagian bibir. Bahkan, korban harus menjalani operasi serta mendapatkan perawatan intensif akibat luka yang dideritanya.
Dalam kondisi terluka, korban sempat menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke pos Polisi Lalu Lintas yang berada di simpang Pasar Sukaramai. Setelah itu, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Area.
Polisi Benarkan Laporan, Kasus Masih Diproses
Pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa dugaan pengeroyokan tersebut. Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Fajri, menyatakan bahwa laporan telah diterima sejak awal pekan ini.
“Iya, benar. Laporannya hari Senin,” kata Fajri kepada detikSumut, Selasa (31/3/2026) malam.
Fajri menambahkan, saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi akan segera memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan bukti tambahan untuk mengungkap pelaku.
“Sudah kita proses, cuma saksi-saksi belum kita mintai keterangan. Mungkin besok (Rabu, 1/4/2026) sekalian kita ambil saksi tambahan dan visum,” ujarnya.
Fenomena Premanisme Pasar Kembali Jadi Sorotan
Kasus ini kembali menyoroti praktik premanisme di area pasar tradisional, khususnya terkait pengelolaan parkir. Keberadaan kelompok tertentu yang diduga menguasai lahan parkir kerap memicu konflik dengan petugas resmi.
Insiden yang menimpa Dandy menjadi bukti bahwa persoalan ini masih menjadi tantangan serius bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam menciptakan rasa aman bagi pekerja informal seperti juru parkir.
Video pengeroyokan yang viral juga memicu reaksi publik di media sosial. Banyak warganet mengecam tindakan kekerasan tersebut dan mendesak aparat segera menangkap para pelaku.
Polisi Dalami Motif dan Identitas Pelaku
Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif di balik pengeroyokan tersebut, termasuk kemungkinan adanya konflik kepentingan dalam pengelolaan parkir di kawasan pasar.
Selain itu, identitas para pelaku juga tengah ditelusuri. Polisi memastikan akan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut sesuai hukum yang berlaku.
Kasus pengeroyokan terhadap jukir di Pasar Sukaramai Medan menjadi pengingat pentingnya penertiban praktik parkir ilegal serta pemberantasan premanisme di ruang publik. Ke depan, diharapkan ada langkah konkret dari aparat dan pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak terulang.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login