Newestindonesia.co.id – Jabar, Jumlah jenazah yang berhasil diidentifikasi dari peristiwa longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus bertambah. Hingga Rabu (28/1/2026), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat mencatat 34 korban longsor telah berhasil teridentifikasi, meningkat dari sebelumnya 30 orang.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan perkembangan itu dari Posko DVI Polda Jabar. Menurutnya, tim telah menerima total 50 kantong jenazah di pos DVI, menyusul kedatangan tambahan 10 kantong jenazah yang tiba pada Selasa malam (27/1/2026).
“Total 34 korban berhasil diidentifikasi, bertambah dari sebelumnya 30 korban,” ujar Hendra kepada wartawan, seperti dilansir melalui detikJabar.
Empat Korban Teridentifikasi Terbaru
DVI Polda Jabar merinci identitas empat korban yang baru-baru ini berhasil teridentifikasi melalui proses post-mortem dan ante-mortem, seperti pemeriksaan sidik jari, odontologi, dan data medis:
- Awang Sih (70) – teridentifikasi melalui pemeriksaan properti dan gigi.
- Wati alias Enok (58) – teridentifikasi lewat sidik jari dan tanda medis.
- Bayu Nur Cahaya (33) – laki-laki, teridentifikasi dari sidik jari dan data odontologi.
- Epon (30) – perempuan, teridentifikasi melalui sidik jari, data odontologi, dan medis.
Hendra menegaskan bahwa proses identifikasi masih berlanjut sampai semua korban dapat dikenali dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Evakuasi dan Pencarian Korban Masih Berjalan
Operasi pencarian dan evakuasi di lokasi longsor telah memasuki hari keempat. Tim SAR gabungan, termasuk Basarnas, Polisi, TNI, dan relawan terus bekerja meskipun kondisi medan yang sulit dan cuaca tidak bersahabat.
Sejauh ini puluhan kantong jenazah telah dievakuasi dari timbunan tanah, namun masih terdapat puluhan orang yang dilaporkan hilang atau belum ditemukan.
Berdasarkan data terbaru dari pos pencarian, lokasi longsor yang dipicu oleh hujan deras pada awal pekan lalu mengakibatkan rusaknya puluhan rumah dan ribuan warga terdampak.
Banyak korban yang masih dinyatakan hilang dan diduga masih tertimbun material longsor yang cukup dalam di beberapa titik.
Tanggapan Keluarga dan Dukungan Logistik
Para keluarga korban terus berdatangan ke pos DVI untuk melakukan pendataan ante-mortem sebagai bagian dari proses identifikasi.
Polda Jawa Barat menjelaskan bahwa jumlah pelapor bukan jumlah korban hilang, karena satu korban bisa dilaporkan oleh lebih dari satu anggota keluarga.
Sementara itu, pemerintah daerah dan Basarnas juga memastikan suplai makanan, air minum, serta logistik lain terus disalurkan kepada tim pencari serta para pengungsi di area pengungsian.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login