“Biasanya saya beli sekitar Rp18.000, sekarang ada yang jual sampai Rp25.000. Mau tidak mau karena gas di rumah sudah habis,” kata warga lainnya.
Kondisi tersebut paling dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha kecil, seperti pedagang makanan dan warung makan rumahan.
Pangkalan Akui Pasokan Terlambat
Sejumlah pemilik pangkalan LPG di Denpasar mengakui pasokan gas dari agen mengalami keterlambatan dalam beberapa hari terakhir. Hal ini menyebabkan distribusi ke masyarakat tidak berjalan normal.
“Biasanya kiriman datang rutin, tapi beberapa hari ini jumlahnya berkurang. Begitu datang langsung habis,” ujar salah satu pemilik pangkalan.
Ia menyebut tingginya permintaan juga memperparah kondisi kelangkaan, terutama menjelang akhir pekan.
Warga Harap Pemerintah Bertindak Cepat
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk menormalkan kembali pasokan LPG 3 kg. Mereka meminta distribusi diawasi ketat agar gas bersubsidi benar-benar tepat sasaran.
Baca di halaman selanjutnya >>>
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login