Newestindonesia.co.id, Kasus penganiayaan terhadap seorang perempuan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, yang sempat viral di media sosial akhirnya menemui titik terang. Hasil autopsi mengungkap bahwa korban berinisial ED (33) tidak meninggal dunia akibat luka penganiayaan, melainkan karena menenggak racun herbisida.
Peristiwa ini sebelumnya menggegerkan publik setelah beredar video berdurasi sekitar 44 detik yang memperlihatkan seorang pria berkaus bertuliskan Samapta Bhayangkara memukul seorang perempuan di pinggir jalan. Video tersebut memicu kemarahan warganet karena memperlihatkan aksi kekerasan secara brutal.
Namun, penyelidikan kepolisian menunjukkan fakta yang berbeda mengenai penyebab kematian korban.
Hasil Autopsi Ungkap Penyebab Kematian
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki menjelaskan bahwa tim kedokteran forensik dari Polda Jawa Timur telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
“Jadi tadi malam sampai dini hari tim kedokteran forensik Polda Jatim melakukan autopsi terhadap korban ED (33). Hasilnya, yang pertama penyebab kematiannya karena herbisida yang diminum,” kata Ridwan dikutip melalui detikJatim.
Menurutnya, tim dokter memang menemukan sejumlah luka memar pada tubuh korban, terutama di bagian kepala dan tangan. Luka tersebut diduga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh suami siri korban berinisial AW (31).
“Nah, itu luka akibat dipukul balok kayu dan sandal seperti di video itu. Tapi luka tersebut bukan menjadi penyebab kematiannya,” imbuh Ridwan.
Kronologi Cekcok Hingga Penganiayaan
Kasus ini bermula dari pertengkaran antara korban ED, warga Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan suami sirinya AW yang tinggal di Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Trenggalek.
Saat itu korban berniat pulang ke kampung halamannya di Sumatera. Namun AW mengejar korban hingga wilayah Tulungagung dan mengajaknya kembali ke Trenggalek.
Dalam perjalanan pulang, keduanya kembali terlibat pertengkaran hebat. Pertikaian tersebut berujung pada aksi kekerasan yang kemudian terekam warga dan viral di media sosial.
Dalam video tersebut, pelaku terlihat memukul korban menggunakan tangan kosong hingga balok kayu.
Dipicu Masalah Pekerjaan dan Dugaan Pencurian
Polisi juga mengungkap bahwa konflik rumah tangga pasangan tersebut dipicu oleh persoalan pekerjaan korban.
Ridwan menjelaskan bahwa AW sebelumnya mencarikan pekerjaan bagi ED sebagai pengasuh lansia. Namun, korban diduga mengambil telepon genggam milik majikannya.
“Mengetahui hal itu AW malu dan marah, sedangkan istrinya telah terlebih dahulu meninggalkan Trenggalek dan akan hendak pulang ke Sumatera,” kata Ridwan.
Peristiwa tersebut memicu pertengkaran yang akhirnya berujung pada penganiayaan di jalan.
Korban Minum Racun Setelah Peristiwa Penganiayaan
Setelah kejadian tersebut, hubungan pasangan suami siri itu tidak kembali membaik.
Beberapa hari kemudian, korban diduga mengalami tekanan batin hingga akhirnya nekat meminum racun herbisida. Korban sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Pule sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soedomo Trenggalek.
Korban kemudian meninggal dunia sekitar pukul 15.00 WIB saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Polisi Selidiki Dugaan KDRT
Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Eko Widiantoro mengatakan pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi.
“Ini kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang mengetahui langsung terjadinya dugaan kekerasan,” kata Eko.
Ia menegaskan bahwa dari hasil penyelidikan sementara, tidak ditemukan adanya paksaan dari pelaku terhadap korban untuk meminum racun.
“Dari proses penyelidikan, suami korban ini tidak menyuruh korban untuk meminum racun. Itu inisiatifnya sendiri. Namun, untuk dugaan kekerasan ada,” ujarnya.
Meski demikian, polisi masih mempertimbangkan kemungkinan peningkatan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan jika alat bukti dinilai cukup.
Pelaku Dipastikan Bukan Anggota Polisi
Sementara itu, kepolisian juga memastikan bahwa pria yang mengenakan kaus bertuliskan Samapta Bhayangkara dalam video viral tersebut bukan anggota polisi.
Kasus ini sempat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat karena atribut yang dikenakan pelaku menyerupai pakaian satuan kepolisian.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login