Newestindonesia.co.id, Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Bengkalis, Riau, ketika seorang anak tega menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri. Pelaku kini telah diamankan pihak kepolisian dan motif sementara dari aksi keji tersebut mulai terungkap.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Siregar mengatakan bahwa dugaan awal motif pembunuhan dipicu oleh konflik dalam keluarga, khususnya pertengkaran antara korban dan istrinya yang merupakan ibu pelaku.
“Motif lain masih didalami. Tapi sementara ini motifnya karena pertengkaran korban sama ibu pelaku,” kata Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Siregar, Rabu (8/4/2026) dikutip melalui detikSumut.
Peristiwa tersebut diketahui bermula dari cekcok antara korban dan istrinya yang terjadi pada pagi hari sebelum kejadian. Setelah pertengkaran itu, sang istri meninggalkan rumah untuk pergi ke ladang.
Tak lama berselang, tragedi berdarah itu terjadi di dalam rumah korban.
Kronologi Kejadian
Korban diketahui bernama Rijal Pasaribu (47), yang ditemukan tewas di rumahnya di wilayah Bengkalis. Ia diduga menjadi korban pembunuhan oleh anak kandungnya sendiri.
Kasus ini menggegerkan warga sekitar karena pelaku merupakan anggota keluarga inti korban. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku melakukan aksi tersebut karena diliputi emosi dan sakit hati.
Kapolsek Pinggir AKP Agung Rama turut membenarkan bahwa motif sementara berkaitan dengan konflik keluarga.
Pelaku mengaku sakit hati.
Kondisi Korban dan Penangkapan Pelaku
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka parah akibat senjata tajam. Dalam laporan sebelumnya, disebutkan bahwa korban mengalami luka tebas di bagian leher yang sangat serius.
Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku setelah kejadian. Saat ini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami motif lain yang mungkin melatarbelakangi tindakan tersebut.
“Benar, pelaku anaknya sendiri. Saat ini pelaku sudah kami amankan,” kata AKBP Fahrian.
Motif Masih Didalami
Meski motif awal telah diketahui, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung. Tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain di balik tindakan pelaku.
Kasus ini menjadi pengingat keras tentang potensi konflik dalam keluarga yang dapat berujung pada tindakan fatal apabila tidak ditangani dengan baik.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login