Newestindonesia.co.id, Banjir melanda sedikitnya 20 desa di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (11/1/2026) hingga Senin (12/1/2026). Bencana hidrometeorologi ini menyebabkan dua desa terisolasi, sejumlah jembatan penghubung antardesa putus, serta memaksa sekitar 200 jiwa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Donggala, desa-desa terdampak tersebar di enam kecamatan, yakni Banawa, Banawa Tengah, Sindue, Rio Pakava, Labuan, dan Tanantovea. Di beberapa wilayah, banjir dilaporkan cukup parah hingga menghanyutkan rumah warga, merusak fasilitas umum, serta memutus akses transportasi antardesa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Donggala, Mansyur, menjelaskan banjir dipicu oleh meluapnya sejumlah sungai setelah diguyur hujan dengan curah tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Di beberapa desa tercatat 10 rumah warga rusak, sementara tiga jembatan penghubung desa dilaporkan ambruk,” ujar Mansyur, Selasa (13/1/2026), dikutip melalui Beritasatu.
Selain banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo. Longsor tersebut mengakibatkan akses jalan utama terputus dan mengisolasi sekitar 200 warga. Material longsor berupa tanah, lumpur, kayu, dan bebatuan menutup badan jalan di enam titik berbeda, menyebabkan sejumlah jembatan tidak dapat difungsikan.
Salah seorang warga Dusun Sisere, Feriyanto, mengatakan akses menuju wilayah tersebut saat ini hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.
“Jumlah warga sekitar 200 jiwa, dan seluruhnya terdampak karena jalan tertutup longsor,” katanya.
Untuk mempercepat penanganan darurat, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Palu menerjunkan tim SAR gabungan ke sejumlah lokasi terdampak, khususnya di Desa Wani, Kecamatan Tanantovea. Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Palu, Rusmadi, menyebut operasi SAR telah dimulai sejak Minggu sore.
“Tim SAR melakukan asesmen dan evakuasi warga terdampak banjir sesuai standar operasional prosedur,” ujar Rusmadi.
Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan perahu karet, kendaraan rescue, serta peralatan evakuasi dan medis untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses. Hingga Senin malam, BPBD dan Basarnas memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian peristiwa banjir dan longsor tersebut.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak banjir cukup signifikan. Sejumlah rumah warga dilaporkan hanyut, fasilitas umum mengalami kerusakan, jembatan penghubung antardesa terputus, serta aliran listrik terganggu di beberapa wilayah terdampak. Hingga kini, petugas gabungan masih melakukan pendataan kerusakan, menginventarisasi kebutuhan pengungsi, membuka kembali akses wilayah yang terisolasi, serta menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak bencana.
Sumber: Berbagai Sumber, Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login