Newestindonesia.co.id, Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejak malam hingga pagi hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat genangan air kini meluas dan merendam 105 rukun tetangga (RT) di beberapa wilayah ibu kota.
Banjir tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan yang memicu meluapnya sejumlah saluran air dan sungai di Jakarta. Selain permukiman warga, genangan juga terjadi di beberapa ruas jalan utama sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan lalu lintas kendaraan.
BPBD DKI Jakarta menyebut sejumlah titik menjadi lokasi yang mengalami genangan cukup parah, terutama di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.
Beberapa lokasi yang tercatat mengalami banjir antara lain:
- Jl. Srengseng Raya, Kelurahan Srengseng
- Jl. Daan Mogot KM 13, Kelurahan Rawa Buaya
- Jl. Perumahan Green Garden (MCD), Kelurahan Kedoya Utara
- Jl. Meruya Selatan, Kelurahan Meruya Selatan
- Jl. Daan Mogot (depan Victoria), Kelurahan Cengkareng Timur
- Jl. Daan Mogot Halte Taman Kota, Kelurahan Kedaung Kali Angke
- Jl. Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Kuningan Barat
- Jl. Cileduk Raya (Seskoal), Kelurahan Cipulir
- Jl. Cileduk Raya (Kolong ITC), Kelurahan Cipulir
Beberapa titik tersebut diketahui menjadi lokasi genangan paling parah karena berada di jalur padat lalu lintas dan kawasan permukiman dengan drainase yang terbatas.
Ketinggian Air Bervariasi
Genangan air yang terjadi di sejumlah wilayah memiliki ketinggian bervariasi. Di beberapa titik, air dilaporkan mencapai puluhan sentimeter hingga lebih dari satu meter, sehingga merendam rumah warga dan membuat sebagian warga terpaksa mengevakuasi barang-barang mereka ke tempat yang lebih tinggi.
Selain menggenangi permukiman, banjir juga berdampak pada aktivitas masyarakat. Sejumlah ruas jalan utama tergenang sehingga memperlambat arus lalu lintas dan menyebabkan kemacetan di beberapa kawasan.
Petugas Siaga dan Lakukan Penanganan
Petugas gabungan dari BPBD, dinas terkait, hingga relawan telah dikerahkan untuk menangani dampak banjir di sejumlah wilayah. Upaya yang dilakukan antara lain pemantauan genangan, penyedotan air menggunakan pompa, hingga membantu warga yang terdampak.
Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya titik banjir, mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Banjir di Jakarta memang kerap terjadi terutama saat musim hujan, yang biasanya berlangsung antara Desember hingga Maret. Tingginya curah hujan, sistem drainase, serta kondisi geografis wilayah menjadi faktor yang mempengaruhi terjadinya banjir di ibu kota.
Pemerintah dan instansi terkait mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir serta mengikuti arahan petugas apabila diperlukan proses evakuasi atau pengamanan di wilayah masing-masing.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login