Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Nasional

Waspada! BPOM Temukan Takjil Mengandung Formalin Hingga Pewarna Tekstil

Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto

Newestindonesia.co.id, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menemukan ratusan takjil yang mengandung bahan berbahaya dalam pengawasan pangan selama Ramadan 2026. Dari ribuan sampel yang diuji di berbagai daerah, puluhan di antaranya dinyatakan tidak memenuhi standar keamanan pangan karena mengandung zat berbahaya seperti formalin hingga pewarna tekstil.

Temuan tersebut merupakan hasil inspeksi intensif yang dilakukan BPOM terhadap pedagang makanan berbuka puasa di berbagai wilayah Indonesia. Pemeriksaan dilakukan melalui metode pengujian langsung terhadap sampel makanan yang dijual di lokasi-lokasi penjualan takjil.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa pengawasan dilakukan secara nasional untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadan.

“Kita sudah lakukan di seluruh Indonesia di 513 titik khusus makanan takjil,” ujar Taruna, Rabu (11/3/2026) dikutip melalui detikHealth.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia menjelaskan, pengawasan tersebut melibatkan pengujian ribuan sampel makanan yang diambil dari pedagang di berbagai daerah.

Ribuan Sampel Diuji di Seluruh Indonesia

Dalam pengawasan tersebut, BPOM melakukan pengambilan sampel terhadap ribuan makanan berbuka puasa yang dijual di berbagai pasar dan pusat kuliner Ramadan.

Total terdapat 5.447 sampel takjil yang diuji oleh petugas BPOM. Sampel tersebut diambil dari 2.407 pedagang yang tersebar di 513 titik lokasi penjualan di seluruh Indonesia.

Dari hasil pengujian tersebut, BPOM menemukan 108 sampel takjil yang tidak memenuhi ketentuan atau mengandung bahan berbahaya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Angka ini menunjukkan masih adanya potensi risiko bagi masyarakat yang membeli makanan berbuka puasa tanpa memperhatikan keamanan bahan yang digunakan.

Menurut BPOM, temuan tersebut mencakup berbagai jenis makanan dan minuman yang umum dijual sebagai takjil selama Ramadan.

Baca juga:  Nyepi Dan Malam Takbiran Berpotensi Bersamaan, Pemerintah Siapkan Skema Khusus Di Bali

Lubuklinggau Jadi Wilayah dengan Temuan Terbanyak

Berdasarkan hasil pengawasan BPOM, wilayah dengan jumlah temuan takjil berbahaya terbanyak berada di Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Di wilayah tersebut, petugas menemukan 27 sampel takjil yang tidak memenuhi ketentuan keamanan pangan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Terbanyak di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, ada 27 sampel tidak memenuhi ketentuan,” kata Taruna.

Selain Lubuklinggau, sejumlah kota besar juga mencatat temuan takjil berbahaya dalam pengawasan BPOM, di antaranya:

  • Tangerang
  • Surabaya
  • Jakarta

Temuan ini menunjukkan bahwa masalah keamanan pangan tidak hanya terjadi di satu wilayah tertentu, tetapi dapat ditemukan di berbagai daerah.

Mengandung Formalin hingga Pewarna Tekstil

BPOM mengungkapkan bahwa sejumlah sampel takjil yang tidak memenuhi standar mengandung bahan kimia berbahaya yang seharusnya tidak digunakan dalam makanan.

Beberapa zat yang ditemukan dalam sampel takjil tersebut antara lain:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • Formalin
  • Rhodamin B (pewarna tekstil)
  • Methanyl Yellow

Bahan-bahan tersebut dikenal berbahaya bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi.

Formalin, misalnya, merupakan bahan kimia yang umumnya digunakan sebagai pengawet mayat atau bahan industri. Penggunaan formalin pada makanan dilarang karena dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi saluran pencernaan hingga kerusakan organ jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Sementara itu, rhodamin B dan methanyl yellow merupakan pewarna tekstil yang juga tidak diperbolehkan untuk digunakan dalam produk makanan.

Jenis Takjil yang Paling Sering Ditemukan Berbahaya

BPOM juga mengungkapkan beberapa jenis makanan dan minuman yang sering ditemukan mengandung bahan berbahaya selama pengawasan Ramadan.

Di wilayah DKI Jakarta, misalnya, petugas menemukan takjil berbahaya pada beberapa jenis makanan dan minuman populer.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Beberapa di antaranya adalah:

Baca juga:  Suntik Putih Untuk Tubuh, Apakah Aman? Ini Penjelasannya
  • Es cendol
  • Sirup
  • Kerupuk

Produk-produk tersebut ditemukan mengandung pewarna tekstil rhodamin B, yang digunakan untuk memberikan warna mencolok pada makanan.

Penggunaan pewarna tekstil pada makanan biasanya bertujuan agar tampilan makanan terlihat lebih menarik bagi pembeli.

Namun, zat tersebut berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.

Temuan Bergeser dari Tahun Sebelumnya

BPOM juga mencatat adanya perubahan pola temuan takjil berbahaya dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurut Taruna Ikrar, lokasi temuan takjil berbahaya pada tahun ini cenderung bergeser dibandingkan dengan temuan pada Ramadan tahun sebelumnya.

Hal tersebut dinilai sebagai indikasi bahwa pengawasan yang dilakukan BPOM selama ini memberikan efek jera bagi sebagian pedagang yang sebelumnya pernah melakukan pelanggaran.

“Temuan takjil berbahaya ini bergeser dari titik penjualan tahun lalu,” kata Taruna.

Ia menilai perubahan lokasi temuan tersebut menunjukkan bahwa evaluasi dan pengawasan yang dilakukan BPOM mulai memberikan dampak.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pengawasan Dilakukan Secara Intensif

Pengawasan terhadap makanan takjil merupakan bagian dari program Intensifikasi Pengawasan Pangan (Inwas) yang dilakukan BPOM setiap menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Program ini bertujuan untuk memastikan keamanan makanan yang beredar di masyarakat, terutama pada periode ketika konsumsi pangan meningkat secara signifikan.

Selain melakukan pengujian sampel makanan, BPOM juga melakukan inspeksi terhadap sarana peredaran pangan.

Dalam pengawasan tersebut, petugas tidak hanya memeriksa pedagang takjil, tetapi juga memantau produk pangan kemasan yang dijual di pasar maupun toko ritel.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah peredaran produk pangan ilegal atau tidak layak konsumsi di masyarakat.

Imbauan BPOM kepada Masyarakat

BPOM mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan berbuka puasa.

Baca juga:  Sumut Hanya Kebagian Rp2,1 Triliun Dana Bencana, Bobby Nasution: ‘Nggak Jelas Ini’

Masyarakat diminta memperhatikan beberapa aspek sebelum membeli takjil, seperti:

  • warna makanan yang terlalu mencolok
  • bau yang tidak wajar
  • tekstur makanan yang tidak normal

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk membeli makanan dari pedagang yang terpercaya.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan, diharapkan peredaran makanan berbahaya dapat diminimalkan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

BPOM juga menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan selama Ramadan untuk memastikan makanan yang beredar di masyarakat aman untuk dikonsumsi.

Keamanan Pangan Jadi Perhatian Saat Ramadan

Ramadan menjadi periode yang sangat penting dalam pengawasan pangan karena meningkatnya aktivitas penjualan makanan siap saji di berbagai daerah.

Pasar takjil yang muncul di berbagai kota sering kali dipenuhi oleh pedagang musiman, sehingga pengawasan terhadap keamanan pangan menjadi semakin penting.

BPOM menilai bahwa kerja sama antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga keamanan makanan yang dikonsumsi selama bulan puasa.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dengan adanya pengawasan yang ketat, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang tanpa khawatir terhadap risiko kesehatan dari makanan yang dikonsumsi.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Nasional

Newestindonesia.co.id, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menyatakan bahwa status Siaga 1 yang sebelumnya diberlakukan kini sudah tidak lagi diterapkan. Saat ini, tingkat...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Pemerintah terus memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan akurasi data sosial nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemutakhiran Data Tunggal...

Regional

Newestindonesia.co.id, Umat Muslim di wilayah DKI Jakarta yang menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah perlu mengetahui jadwal imsakiyah untuk memastikan waktu sahur, salat, dan...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Pemerintah Indonesia resmi menetapkan pedoman pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dunia pendidikan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tujuh menteri....

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Keluhan warganet mengenai sulitnya mendapatkan layanan ojek online (ojol) belakangan ramai di media sosial. Banyak pengguna mengaku harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan...

Regional

Newestindonesia.co.id, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman berharap konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah dapat segera berakhir. Harapan tersebut disampaikan saat dirinya...

Nasional

Newestindonesia.co.id, TelkomGroup menyalurkan sebanyak 2.500 paket perlengkapan sekolah kepada para siswa di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) dalam rangka memperingati satu tahun perjalanan Danantara Indonesia....

Nasional

Newestindonesia.co.id, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai berencana menggelar program kelas pendidikan HAM khusus bagi jurnalis di seluruh Indonesia. Program ini disiapkan sebagai...

Advertisement