Newestindonesia.co.id, Upaya penyambutan langsung wisatawan yang tiba di bandar udara utama Indonesia dipandang sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan internasional maupun domestik pada awal tahun 2026.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyatakan bahwa tradisi menyambut wisatawan di pintu masuk negara ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga simbol optimisme pertumbuhan sektor pariwisata di tengah tren positif yang sudah terlihat pada akhir 2025.
“Ini adalah tradisi yang setiap tahun kita lakukan. Kami berharap penyambutan ini membawa optimisme bahwa pada tahun 2026 akan terjadi pergerakan pariwisata yang semakin positif,” ujarnya dalam rilis yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta.
Sambutan Budaya dan Layanan Bandara
Pada momen penyambutan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pejabat pariwisata bersama jajaran InJourney Airports menyambut kedatangan wisatawan asal Narita, Jepang, dengan tarian tradisional dan pemberian bingkisan. Hal ini dilakukan agar wisatawan mendapatkan pengalaman pertama yang hangat terhadap budaya Indonesia.
Selain Soekarno-Hatta, kegiatan serupa juga diadakan di Bandara Bali dan Kepulauan Riau, yang menjadi tiga pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. ANTARA News
Tren Kunjungan Wisatawan
Data awal menunjukkan bahwa sektor pariwisata Indonesia tumbuh kuat sepanjang 2025. Kunjungan wisatawan mancanegara tercatat lebih dari 12 juta orang pada Januari–Oktober 2025, sementara pergerakan wisatawan domestik mencapai lebih dari 900 juta perjalanan. Menurut Ni Luh, angka ini mencerminkan “kepercayaan dunia dan masyarakat terhadap destinasi Indonesia semakin pulih, tangguh, dan kuat.”
Dalam catatan terpisah, data regional menunjukkan bahwa Bali saja mencatat lebih dari 7 juta wisatawan asing sepanjang 2025, sebuah capaian yang melampaui rekor sebelumnya dan menandakan meningkatnya daya tarik destinasi utama Indonesia.
Target dan Program Pariwisata 2026
Kementerian Pariwisata menargetkan 16–17 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1,1 miliar pergerakan wisatawan nusantara pada tahun 2026. Untuk mencapai angka ini, berbagai program strategis telah dirancang, termasuk peningkatan layanan keselamatan, pengembangan desa wisata, dan perluasan konsep tourism experience di seluruh destinasi.
Kemenpar juga menekankan pengembangan pariwisata berbasis komunitas dan pemanfaatan minat khusus seperti wisata bahari, gastronomi, budaya, serta kebugaran untuk memperkaya pengalaman wisatawan.
Peran Bandara sebagai Pintu Masuk Wisata
Pihak pengelola bandara menyatakan bahwa bandara kini berperan lebih dari sekadar fasilitas transit. Menurut Wakil Direktur Utama InJourney Airports, aktivitas di terminal menunjukkan tren yang kuat selama musim liburan akhir tahun. Total pergerakan penumpang di jaringan bandara InJourney mencapai 7,8 juta penumpang pada 15–30 Desember 2025, dengan pertumbuhan positif di Soekarno-Hatta dan Bali.
Peningkatan layanan, termasuk penyelenggaraan aktivitas menarik bagi penumpang seperti pemberian hadiah di periode libur Natal dan Tahun Baru, menjadi bagian dari strategi pengalaman wisata yang diusung.
Editor: DAW



