Newestindonesia.co.id, Aparat TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan laut nasional dengan menggagalkan upaya penyelundupan bijih timah ilegal senilai Rp12,5 miliar di perairan timur Selat Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (14/1).
Operasi yang dipimpin personel dari KRI Todak-631 ini bermula dari pendeteksian sebuah kapal nelayan yang dicurigai melakukan aktivitas ilegal. Dalam pemeriksaan di laut, tim menemukan sekitar 25 ton bijih timah ilegal, dikemas dalam 500 kampil (karung), yang diduga akan diselundupkan ke Malaysia.
Sumber resmi dari Dinas Penerangan TNI AL menyatakan,
“TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut nasional dengan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bijih timah ilegal di Perairan Timur Selat Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.”
Dalam operasi itu, satu unit kapal nelayan beserta empat anak buah kapal (ABK) turut diamankan. Seluruh barang bukti dan para pelaku kini berada di tangan aparat untuk proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Patroli Laut Terpadu dan Sinergi Antar Lembaga
Pengungkapan ini bukan hasil aksi tunggal, melainkan bagian dari patroli laut terpadu yang melibatkan berbagai unsur TNI AL, termasuk Satlap Tri Cakti (Halilintar), dua unit Rigid Buoyancy Boat (RBB), dan Satgas Sintelal. Operasi juga mendapat dukungan dari Bea Cukai Pangkal Pinang dan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Pangkal Pinang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi BKO Guskamla I, yang dirancang untuk memperkuat pengawasan di perairan rawan pelanggaran dan penyelundupan. Personel patroli awalnya mencurigai kapal nelayan yang kemudian diperiksa lebih lanjut.
Instruksi Tegas Pemerintah dalam Pemberantasan Penyelundupan
Keberhasilan TNI AL ini sejalan dengan instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah mengarahkan TNI dan Polri untuk tidak kompromi dalam menindak praktik penyelundupan sumber daya alam dan berbagai kegiatan ilegal yang merugikan negara.
Presiden Prabowo pernah menegaskan,
“Terlalu banyak penyelundupan. Kita sudah kerahkan TNI dan Polri, kerahkan kekuatan, masih saja pihak-pihak yang tidak mau menghormati hukum di Indonesia. Kita harus terus bertekad untuk menyelesaikan masalah ini.”
Ancaman Penyelundupan Timah Terhadap Ekonomi Nasional
Masalah penyelundupan timah bukan fenomena baru. Berdasarkan data dan komentar para ahli, hingga puluhan ribu ton timah Indonesia diyakini mengalir ke luar negeri setiap tahun melalui jalur ilegal, terutama Malaysia, menyebabkan kerugian negara triliunan rupiah dan potensi hilangnya pendapatan pajak besar dari sektor ini.
Angka-angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran TNI AL dan pihak berwajib lain dalam mengamankan sumber daya alam strategis nasional, menjaga perekonomian, serta mencegah praktik ilegal lintas negara.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login