Respons Taufiq Ismail
Sastrawan Taufiq Ismail, pendiri Rumah Puisi sejak 2008, menyampaikan rasa syukur dan harunya melihat transformasi ruang yang selama ini menjadi ruang apresiasi menjadi museum sastra yang resmi diaktifkan.
“Museum ini bukan sekadar bangunan penyimpanan kertas tua, melainkan rumah ingatan bagi peradaban bangsa. Semoga tempat ini terus menyalakan pelita literasi di tengah arus zaman yang kian menderu,” — Taufiq Ismail, sastrawan.
Taufiq berharap museum ini menjadi sumber ilmu dan inspirasi terutama bagi generasi muda Sumatera Barat agar tetap terhubung dengan akar budaya dan memperkuat kecintaan terhadap sastra bangsa.
Acara Peresmian dan Dukungan Jajaran
Aktivasi ruang publik ini dihadiri pejabat dari Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kota Padang Panjang, bersama para seniman, budayawan, dan pegiat budaya lain. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kuat terhadap pengembangan ekosistem sastra serta pelestarian warisan budaya Indonesia melalui museum ini.
Museum Sastra Indonesia kini menjadi salah satu ruang budaya strategis di Sumatera Barat, sejalan dengan sejumlah aktivasi museum dan ruang budaya lainnya yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan RI.
(DAW)



