Newestindonesia.co.id, Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan 47.688 kepala keluarga (KK) korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menerima bantuan stimulan sosial ekonomi sebesar Rp5.000.000 per KK. Bantuan ini disalurkan pemerintah sebagai bagian dari upaya pemulihan sosial dan ekonomi pascabencana.
Hal itu disampaikan Saifullah dalam rapat terbatas bersama Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Jakarta, Senin malam, 23 Februari 2026.
“Pemerintah mengharapkan bantuan itu dapat membantu pemulihan kondisi sosial ekonomi pascabencana, dan mendorong warga terdampak kembali menggerakkan roda perekonomian keluarga secara bertahap,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Jumlah Penerima dan Validasi Data
Menurut laporan Kementerian Sosial, jumlah keluarga penerima bantuan stimulan masih dimungkinkan bertambah. Hingga saat ini, data validasi baru mencakup 37 dari total 53 kabupaten/kota terdampak yang telah tervalidasi bersama Kementerian Dalam Negeri. Pemerintah terus memverifikasi data agar bantuan tepat sasaran.
Saifullah menegaskan bahwa penyaluran dana bantuan dilakukan dengan prinsip akuntabilitas tinggi dan kehati-hatian dalam penggunaan anggaran negara. Hal ini juga diterapkan pada berbagai jenis bantuan lain yang telah disalurkan sejak masa tanggap darurat bencana hingga transisi pemulihan pada periode November 2025 – Januari 2026.
Bantuan Sosial Lainnya yang Telah Disalurkan
Selain bantuan stimulan Rp5 juta per keluarga, pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial senilai lebih dari Rp2,56 triliun. Komponen bantuan meliputi:
- Bantuan Sosial (Bansos) Reguler: Diberikan kepada 1.763.038 keluarga penerima manfaat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui program Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai. Total anggaran mencapai Rp1,83 triliun.
- Bansos Kedaruratan: Senilai hampir Rp100 miliar, mencakup logistik, dapur umum, sembako, dan berbagai kebutuhan pokok untuk membantu korban di masa kedaruratan.
- Bansos Adaptif: Meliputi bantuan kepada para ahli waris 990 korban meninggal dan jaminan hidup senilai Rp450.000 per orang selama tiga bulan bagi 175.211 warga terdampak bencana. Total anggaran adaptif mencapai lebih dari Rp632,7 miliar.
Dampak dan Harapan Pemerintah
Saifullah menyatakan pemerintah berharap dana stimulan ini membantu pemulihan ekonomi keluarga yang terdampak bencana dengan mendorong pembelian kebutuhan pokok, modal usaha kecil, dan kebutuhan produktif lainnya sehingga roda ekonomi masyarakat dapat bergerak kembali.
“Dengan dukungan stimulan, kami harapkan warga terdampak dapat membangun kembali kehidupan sosial ekonomi keluarga secara bertahap dan mandiri,” imbuh Menteri Sosial.
Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi antar-lembaga untuk memastikan semua bantuan sosial dan stimulan tersalurkan sesuai kebutuhan, menghindari duplikasi, serta menjaga transparansi proses distribusi.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login