Newestindonesia.co.id, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan informasi yang menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghentikan serangan ke Iran adalah tidak benar atau hoaks.
Informasi tersebut sebelumnya beredar luas di media sosial dalam bentuk narasi yang mengklaim adanya pernyataan langsung dari Anies terkait konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Berdasarkan hasil penelusuran resmi Komdigi, klaim tersebut tidak memiliki dasar yang valid dan tidak ditemukan dalam sumber kredibel mana pun.
“Tidak ada informasi resmi dari pemerintah maupun media kredibel yang menyatakan hal tersebut,” demikian hasil klarifikasi yang disampaikan Komdigi.
Komdigi juga merujuk hasil verifikasi dari Tirto.id yang menelusuri asal-usul klaim tersebut. Dalam penelusuran itu, tidak ditemukan bukti bahwa Anies pernah menyampaikan permintaan langsung kepada Trump maupun Netanyahu terkait penghentian serangan ke Iran.
Selain itu, narasi yang beredar disebut berasal dari akun tidak jelas yang tidak memiliki keterkaitan dengan sumber resmi maupun lembaga terpercaya.
Lebih lanjut, klarifikasi juga menegaskan bahwa tidak ada pernyataan Anies yang mengarah pada ancaman atau tindakan agresif terhadap negara lain, sebagaimana diklaim dalam konten yang beredar.
Hasil penelusuran lainnya menunjukkan bahwa Anies memang sempat menyampaikan pandangan terkait situasi global, namun dalam konteks kritik dan imbauan umum, bukan komunikasi langsung kepada pemimpin negara lain.
Bahkan, dalam pemeriksaan fakta lainnya, disebutkan secara tegas bahwa Anies tidak pernah berbicara langsung dengan Trump maupun Netanyahu terkait isu tersebut.
Komdigi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti konflik internasional.
Masyarakat juga diminta untuk selalu memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi atau media kredibel guna menghindari penyebaran disinformasi yang dapat menimbulkan keresahan publik.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login