Newestindonesia.co.id, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan lembaga tersebut akan mencapai 99.000 orang pada tahun 2026, seiring dengan perluasan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang berlangsung bertahap.
Hal itu disampaikan Kepala BGN, Dadan Hindayana, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara BGN dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
“Kami sudah lakukan rekrutmen dan tes untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja tahap 1 sebanyak 2.080 orang yang sudah menjadi ASN terhitung mulai tanggal 1 Juli 2025,” ujar Dadan Hindayana di Jakarta dikutip melalui Antara.
Pada tahap kedua seleksi PPPK, BGN membuka 32.000 formasi yang terdiri atas 31.250 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta 750 formasi yang diperuntukkan bagi 375 akuntan dan 375 tenaga gizi.
“Kami sudah melakukan seleksi sebanyak 32.000 orang, di mana yang 31.250 itu khusus seluruh Kepala SPPG yang dididik melalui Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia dan kita buka untuk umum 750 yang diisi oleh akuntan sebanyak 375 dan tenaga gizi 375,” lanjut Dadan.
Para calon PPPK dari tahap 2 saat ini masih berada dalam proses pengisian daftar riwayat hidup dan pengusulan nomor induk PPPK. Rencananya, pengangkatan resmi PPPK akan dimulai pada 1 Februari 2026.
Selain dua tahap awal, BGN juga memproyeksikan adanya tahap 3 dan 4 rekrutmen, masing-masing direncanakan berjumlah 32.460 formasi, sehingga total keseluruhan ASN di lingkungan BGN diperkirakan mencapai 99.000 pegawai.
Perluasan Struktur BGN di Seluruh Indonesia
Dadan juga menyampaikan penguatan struktur organisasi BGN untuk mendukung layanan gizi nasional secara merata. Saat ini, di kantor pusat BGN telah terdapat 615 tenaga kerja, dan direncanakan pengembangan kantor regional setara eselon II di seluruh 38 provinsi di Indonesia.
“Saat ini di kantor pusat saja sudah ada 615 tenaga kerja dan kita tahun ini akan membangun kantor regional di 38 provinsi,” tambah Dadan.
Di tingkat daerah, struktur pelayanan pemenuhan gizi melalui Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) juga sedang diperkuat. Hingga kini terdapat 40 tenaga kerja di KPPG, termasuk 20 Kepala KPPG dan 20 Kepala Subbag Tata Usaha KPPG.
Selain itu, sumber daya manusia yang terlibat dalam layanan pemenuhan gizi meliputi 73.207 tenaga operasional SPPG dan 825.936 relawan SPPG yang berperan aktif dalam operasional layanan gizi masyarakat.
Dengan skala rekrutmen yang besar, BGN turut memperkuat peran strategisnya sebagai lembaga pelaksana program gizi nasional yang vital, termasuk dalam operasional program makan bergizi gratis (MBG) dan upaya peningkatan kualitas layanan gizi di seluruh wilayah Indonesia.
(DAW)




You must be logged in to post a comment Login