Newestindonesia.co.id, Komisi IX DPR RI meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan layanan medis terbaik bagi aktivis HAM, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras.
Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris. Ia menegaskan pentingnya kualitas pelayanan kesehatan agar korban dapat segera pulih dan kembali beraktivitas.
“Berharap, Kemenkes bisa memberikan perhatian agar pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Andrie bisa yang terbaik. Yang bersangkutan bisa segera sembuh dari apa yang menimpa Pak Andrie,” kata Charles dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Charles juga menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada aspek medis. Ia meminta penanganan kasus ini turut disertai dengan penegakan hukum yang maksimal.
“Saya berharap tentunya pemerintah memberikan perhatian penuh, tidak hanya pengobatan, tetapi juga penegakan hukumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan memastikan seluruh biaya perawatan Andrie Yunus akan ditanggung pemerintah selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Juru bicara Kemenkes, Widyawati, menyatakan korban saat ini masih dirawat dan mendapatkan penanganan medis intensif.
“Dirawat di RSCM dan akan kita gratiskan,” kata Widyawati.
Dari sisi medis, pihak RSCM mengungkapkan bahwa Andrie Yunus mengalami luka bakar serius akibat paparan zat kimia berbahaya. Penanganan cepat langsung dilakukan untuk mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut.
Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan luka ditemukan di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan.
“Ditemukan paparan zat kimia bersifat asam pada area luka. Tim langsung melakukan irigasi untuk menetralkan efek zat tersebut,” ujar Yoga.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ini menjadi perhatian publik dan pemerintah, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga dari aspek penegakan hukum atas tindak kekerasan yang terjadi.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login