Newestindonesia.co.id, Varian baru COVID-19 yang dijuluki “Cicada” (BA.3.2) mulai terdeteksi di berbagai wilayah Amerika Serikat dan menjadi perhatian otoritas kesehatan global.
Berdasarkan laporan USA Today, varian ini telah ditemukan di sedikitnya 25 negara bagian AS melalui kombinasi pengujian klinis, sampel pelancong, serta pemantauan limbah (wastewater surveillance).
Asal-usul dan Penyebaran
Varian BA.3.2 merupakan turunan dari Omicron yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan pada November 2024. Setelah sempat tidak terdeteksi luas, penyebarannya mulai meningkat sejak pertengahan hingga akhir 2025.
Data dari otoritas kesehatan menunjukkan:
- Telah terdeteksi di 23 negara
- Ditemukan dalam sampel pelancong, pasien, dan limbah
- Menyebar di puluhan wilayah AS meski belum dominan
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyatakan bahwa varian ini saat ini masih dikategorikan sebagai “variant under monitoring” atau varian yang dipantau, bukan varian yang mengkhawatirkan.
Mutasi Tinggi, Berpotensi Mudah Menyebar
Para ahli menyoroti jumlah mutasi yang tinggi pada varian ini, khususnya di protein spike yang digunakan virus untuk masuk ke dalam sel manusia.
Menurut laporan kesehatan, BA.3.2 memiliki sekitar 70–75 mutasi pada protein spike, yang berpotensi:
- meningkatkan kemampuan penularan
- mengurangi perlindungan dari imunitas sebelumnya
Seorang pakar penyakit menular menjelaskan bahwa varian ini memiliki karakteristik “immune escape”, yang berarti mampu menghindari sebagian perlindungan dari vaksin atau infeksi sebelumnya.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada bukti bahwa varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah.
“Sebagian besar kasus tampak ringan hingga sedang,” demikian penjelasan ahli medis dalam laporan terbaru.
Gejala yang Muncul
Gejala yang ditimbulkan varian “Cicada” relatif mirip dengan varian COVID-19 sebelumnya, antara lain:
- Sakit tenggorokan (dilaporkan lebih parah)
- Batuk kering
- Demam dan menggigil
- Kelelahan
- Nyeri otot dan sakit kepala
- Hidung tersumbat atau pilek
Beberapa kasus juga melaporkan gangguan penciuman dan pernapasan ringan
Belum Dominan, Tapi Tetap Diwaspadai
Meskipun telah menyebar luas secara geografis, varian ini belum menjadi varian dominan di AS dan hanya menyumbang sebagian kecil dari total kasus COVID-19 saat ini.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa:
- Varian ini berpotensi memicu lonjakan kasus
- Kelompok rentan seperti lansia dan imunokompromi tetap harus waspada
“Kemungkinan varian ini dapat menyebar lebih mudah atau menyebabkan infeksi ulang,” kata ahli kesehatan dalam laporan CDC.
Efektivitas Vaksin
Sejauh ini, vaksin COVID-19 yang ada masih diyakini mampu:
- melindungi dari gejala berat
- mengurangi risiko rawat inap dan kematian
Namun perlindungan terhadap infeksi ringan kemungkinan menurun akibat mutasi yang tinggi pada varian ini.
Varian COVID-19 BA.3.2 atau “Cicada” memang menunjukkan karakteristik baru dengan mutasi tinggi dan penyebaran lintas negara. Meski belum dikategorikan berbahaya, pemantauan ketat tetap diperlukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus di masa depan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login