Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Trump “Hadiahkan” Diskon Tarif Ke India, Syaratnya: Stop Minyak Rusia!

Presiden AS Donald Trump saat pengumuman tentang Proyek Vault di Ruang Oval Gedung Putih di Washington DC AS pada hari Senin 2 Februari 2026 Trump secara resmi mengumumkan rencana untuk meluncurkan cadangan mineral penting senilai $12 miliar dalam upaya terbarunya untuk membantu para produsen sekaligus meminimalkan ketergantungan pada logam tanah jarang dari Tiongkok Fotografer Bonnie CashUPIBloomberg via Getty Images
Presiden AS Donald Trump saat pengumuman tentang "Proyek Vault" di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, DC, AS, pada hari Senin, 2 Februari 2026. Trump secara resmi mengumumkan rencana untuk meluncurkan cadangan mineral penting senilai $12 miliar, dalam upaya terbarunya untuk membantu para produsen sekaligus meminimalkan ketergantungan pada logam tanah jarang dari Tiongkok. Fotografer: Bonnie Cash/UPI/Bloomberg via Getty Images

Newestindonesia.co.id, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump secara resmi mengumumkan penurunan tarif impor barang dari India menjadi 18 persen dari sebelumnya 50 persen, sebagai imbal balik atas keputusan pemerintah India yang berhenti membeli minyak dari Rusia. Pengumuman itu disampaikan melalui unggahan media sosial Trump usai berbicara lewat telepon dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Kebijakan baru ini berlaku segera dan menjadi bagian dari kesepakatan dagang yang lebih luas antara kedua negara. Trump menyatakan bahwa perubahan tersebut juga disertai komitmen India untuk mengurangi hambatan tarif dan non-tarif terhadap produk Amerika Serikat menjadi nol.

“Atas dasar persahabatan dan rasa hormat kepada Perdana Menteri Modi, serta sesuai permintaannya dan akan mulai berlaku segera, kami menyepakati perjanjian dagang antara AS dan India. Dalam kesepakatan ini, AS akan memberlakukan tarif resiprokal yang lebih rendah, memangkasnya dari 25 persen menjadi 18 persen,” ujar Trump dalam unggahannya di platform Truth Social.

Trump juga mengisyaratkan bahwa India akan mulai membeli minyak dari Amerika Serikat, termasuk pasokan dari Venezuela, sebagai bagian dari kesepakatan itu.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Respons India dan Narasi Permainan Dagang

Perdana Menteri Narendra Modi menyambut baik keputusan AS tersebut dan menyampaikan rasa terima kasihnya atas kebijakan baru itu. Ia menilai langkah itu sebagai “kabar baik” bagi 1,4 miliar rakyat India dan mengatakan bahwa kerja sama dua ekonomi besar dunia akan membuka peluang mutual benefit.

Modi juga menegaskan bahwa pengurangan tarif ini akan mempercepat kerja sama ekonomi dan investasi antara kedua negara. “Ketika dua ekonomi besar dan dua negara demokrasi terbesar di dunia bekerja sama, hal itu akan membawa benefit luar biasa bagi rakyat serta peluang kerja sama yang saling menguntungkan,” tulisnya dalam unggahan di platform X.

Baca juga:  Banjir Bandang Di Texas Telan Korban Menjadi 59 Orang

Reaksi Pasar dan Dampak Ekonomi

Berita penurunan tarif tersebut langsung memicu sentimen positif di pasar modal. Saham perusahaan besar India yang terdaftar di bursa AS mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan hari itu. Misalnya, Infosys menguat 4,3 persen, Wipro naik 6,8 persen, dan HDFC Bank terkerek hingga 4,4 persen. Indeks yang melacak saham India, iShares MSCI India, juga naik sekitar 3 persen.

Latar Belakang Sengketa Tarif

Tarif tinggi terhadap produk India merupakan bagian dari kebijakan Trump yang lebih luas dalam hubungan dagang bilateral. Pada Agustus 2025, pemerintahan AS sebelumnya mengenakan tarif timbal balik 25 persen terhadap semua impor dari India, kemudian menambahkan bea hukuman 25 persen di atasnya sebagai sanksi akibat India tetap membeli minyak Rusia di tengah tekanan global atas perang di Ukraina. Kondisi itu membuat total tarif mencapai 50 persen, salah satu yang tertinggi kepada mitra dagang besar AS.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kesepakatan terbaru menunjukkan arah perubahan dalam hubungan dagang kedua negara di tengah politik energi global, persaingan ekonomi, dan tekanan geopolitik yang terus berkembang.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Finansial

Newestindonesia.co.id, Harga emas batangan pada Senin, 23 Maret 2026, kembali diperbarui dengan kecenderungan stabil disertai kenaikan tipis pada beberapa ukuran. Pembaruan harga ini berlaku...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Dampak konflik global, khususnya perang di Timur Tengah, mulai dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kenaikan biaya operasional hingga harga bahan...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah memiliki komitmen untuk membayar iuran sebesar USD 1 miliar dalam inisiatif Dewan Perdamaian atau...

Finansial

Newestindonesia.co.id, PT Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram (kg) secara nasional sebanyak lebih dari 23 juta tabung selama Maret...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang sempat menuai kontroversi karena menyinggung Yesus Kristus. Ia menegaskan bahwa ucapannya tidak dimaksudkan...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ultimatum keras kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global. Teheran diberi waktu...

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Amerika Serikat, Anthropic, resmi menggugat Departemen Pertahanan AS (Pentagon) setelah pemerintah memberi label “risiko rantai pasok” terhadap perusahaan...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Serangan udara Israel yang semakin meluas tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga infrastruktur sipil yang terkait dengan kelompok Hezbollah di Lebanon. Salah...

Advertisement