Newestindonesia.co.id, Maskapai asal Uni Emirat Arab, Emirates, mengumumkan penghentian sementara seluruh operasional penerbangan ke dan dari Dubai menyusul penutupan sejumlah wilayah udara di kawasan Timur Tengah.
Keputusan tersebut diambil di tengah situasi keamanan regional yang berkembang cepat setelah beberapa negara di kawasan menutup ruang udara mereka. Penutupan ini berdampak langsung pada jalur penerbangan internasional yang selama ini melintasi wilayah Teluk dan Timur Tengah.
Langkah penghentian operasional ini berpotensi mempengaruhi ribuan penumpang internasional yang biasanya transit melalui Dubai, salah satu hub penerbangan tersibuk di dunia.
Imbauan Penting bagi Penumpang
Dalam pernyataan resminya, Emirates juga menyampaikan sejumlah imbauan kepada para penumpang yang terdampak kebijakan ini.
Penumpang diminta untuk memeriksa status penerbangan mereka sebelum berangkat menuju bandara. Hal ini penting untuk menghindari ketidakpastian jadwal akibat pembatalan maupun perubahan rute penerbangan.
Selain itu, bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan, maskapai menyarankan untuk segera menghubungi agen perjalanan masing-masing guna melakukan proses penjadwalan ulang.
Sementara itu, pelanggan yang memesan tiket langsung melalui Emirates dapat menghubungi pusat layanan pelanggan maskapai untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai opsi penerbangan pengganti atau pengaturan ulang jadwal perjalanan.
Emirates juga meminta pelanggan memastikan data kontak mereka sudah benar melalui fitur Manage Your Booking, sehingga maskapai dapat memberikan pembaruan informasi terbaru terkait status penerbangan.
Maskapai tersebut menegaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dan berkoordinasi dengan otoritas terkait sebelum mengambil keputusan lanjutan terkait operasional penerbangan.
Dampak pada Hub Penerbangan Global
Dubai selama ini dikenal sebagai salah satu pusat transit penerbangan internasional terbesar di dunia yang menghubungkan berbagai wilayah, mulai dari Eropa, Asia, Afrika hingga Australia.
Dengan penghentian operasional Emirates, sejumlah penerbangan jarak jauh yang biasanya singgah di Dubai berpotensi dialihkan, ditunda, atau bahkan dibatalkan hingga kondisi wilayah udara kembali dinyatakan aman.
Situasi ini diperkirakan dapat memicu efek domino terhadap jadwal penerbangan global, khususnya bagi penumpang transit internasional yang menggunakan Dubai sebagai titik persinggahan.
Emirates sendiri menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penumpang serta awak kabin tetap menjadi prioritas utama maskapai.
“Kami meminta maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan ini,” tulis maskapai dalam pernyataannya.
Maskapai Lain Juga Batalkan Penerbangan
Tidak hanya Emirates, maskapai nasional Arab Saudi, Saudia Airlines, juga mengumumkan pembatalan sejumlah penerbangan akibat perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Melalui akun resmi di platform X, Saudia menyampaikan bahwa pembatalan penerbangan dilakukan sebagai bagian dari penerapan standar keamanan dan keselamatan penerbangan.
“Sehubungan dengan perkembangan situasi di kawasan dan penutupan wilayah udara, sejumlah penerbangan kami dibatalkan sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan penerbangan. Pusat koordinasi darurat terus memantau perkembangan bersama pihak terkait,” tulis Saudia Airlines.
Maskapai tersebut juga mengimbau para penumpang untuk memeriksa status penerbangan masing-masing sebelum berangkat menuju bandara. Pembaruan informasi akan disampaikan melalui saluran komunikasi yang terhubung dengan data pemesanan penumpang.
Bandara Internasional Ikut Mengingatkan Penumpang
Dampak penutupan wilayah udara di Timur Tengah juga dirasakan oleh sejumlah bandara internasional.
Bandara Changi di Singapura, misalnya, meminta para penumpang untuk secara aktif memeriksa status penerbangan mereka, khususnya untuk rute menuju Abu Dhabi, Doha, dan Dubai yang banyak mengalami pembatalan.
“Penumpang disarankan untuk mengecek status penerbangan mereka dengan maskapai masing-masing, serta halaman status penerbangan di situs web Bandara Changi di www.changiairport.com atau aplikasi Changi untuk mendapatkan informasi terbaru,” demikian pengumuman resmi bandara.
Hingga saat ini belum ada kepastian kapan operasional penerbangan di kawasan tersebut akan kembali normal.
Penumpang yang memiliki rencana perjalanan dalam beberapa hari ke depan disarankan untuk terus memantau perkembangan informasi dari maskapai maupun otoritas penerbangan setempat.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login