Newestindonesia.co.id, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan duka mendalam atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Putin juga mengecam keras operasi tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang melanggar norma moral dan hukum internasional.
Kematian Khamenei dilaporkan terjadi setelah serangan udara besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel ke sejumlah target di Iran, termasuk kawasan Teheran. Serangan ini menjadi salah satu eskalasi paling serius dalam konflik Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui pesan resmi kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Putin menyampaikan belasungkawa atas kematian pemimpin tertinggi Republik Islam tersebut. Ia juga menilai pembunuhan tersebut merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Seyed Ali Khamenei, dan anggota keluarganya.,” demikian pesan Putin yang dikutip dari pernyataan resmi Kremlin.
Dalam pesan tersebut, Putin menyebut serangan yang menewaskan Khamenei sebagai tindakan yang melanggar prinsip moral kemanusiaan serta hukum internasional.
Ia menyatakan pembunuhan tersebut merupakan “cynical murder” yang melanggar semua norma moral manusia dan hukum internasional.
Putin juga menyampaikan simpati kepada keluarga Khamenei serta rakyat Iran yang sedang berduka.
“Saya meminta Anda untuk menyampaikan simpati dan dukungan saya yang paling tulus kepada keluarga dan teman-teman Pemimpin Tertinggi, Pemerintah, dan seluruh rakyat Iran,” lanjut Putin dalam pesannya.
Putin Kenang Khamenei sebagai Tokoh Penting
Dalam pernyataan yang sama, Putin juga mengenang Khamenei sebagai sosok penting dalam hubungan Rusia dan Iran.
Menurutnya, Khamenei memiliki peran besar dalam memperkuat hubungan strategis kedua negara.
Putin menyatakan bahwa di Rusia, Khamenei akan dikenang sebagai “Seorang negarawan ulung yang memberikan kontribusi pribadi yang sangat besar bagi pengembangan hubungan persahabatan Rusia-Iran dan membawanya ke tingkat kemitraan strategis yang komprehensif.”
Hubungan Rusia dan Iran memang dikenal cukup erat, terutama dalam kerja sama politik, militer, dan energi di kawasan Timur Tengah.
Khamenei Tewas dalam Serangan AS–Israel
Sebelumnya diberitakan, Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel terhadap sejumlah target di Iran.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei melalui media sosial miliknya.
“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” kata Trump.
Serangan tersebut dilaporkan menghantam kompleks kediaman Khamenei di Teheran. Puluhan bom dijatuhkan ke area tersebut dalam operasi militer yang berlangsung pada Sabtu (28/2/2026).
Iran kemudian mengonfirmasi bahwa pemimpin tertinggi mereka benar-benar tewas dalam serangan tersebut.
Selain Khamenei, sejumlah pejabat tinggi Iran serta anggota keluarganya juga dilaporkan tewas dalam serangan yang sama.
Dunia Internasional Bereaksi
Kematian Khamenei memicu reaksi luas dari berbagai negara. Rusia dan China termasuk pihak yang mengecam keras serangan tersebut, sementara sejumlah negara Barat menyebut peristiwa itu sebagai titik balik dalam politik Iran.
Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pun semakin memanas setelah serangan tersebut. Iran dilaporkan meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke sejumlah target yang terkait dengan AS dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional akan potensi perang regional yang lebih luas.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login