Newestindonesia.co.id, Populasi China kembali menurun pada 2025, menandai penurunan selama empat tahun berturut-turut. Pemerintah Tiongkok merilis statistik terbaru yang menunjukkan jumlah penduduk negara itu turun menjadi sekitar 1,404 miliar jiwa, berkurang 3 juta orang dibanding tahun sebelumnya.
Dilansir melalui Associated Press (19/1), Angka ini menegaskan tren demografis yang semakin mengkhawatirkan: jumlah kelahiran yang semakin sedikit dan kelahiran per kapita yang berada pada titik terendah dalam sejarah modernnya.
Pada 2025, tercatat hanya 5,63 kelahiran per 1.000 orang, angka paling rendah sejak pembentukan Republik Rakyat China pada 1949. Total bayi yang lahir juga turun tajam — hanya sekitar 7,9 juta, turun 17% dari 2024.
Upaya pemerintah untuk mendorong keluarga memiliki lebih banyak anak telah melibatkan berbagai kebijakan, mulai dari subsidi tunai, insentif pajak untuk penitipan anak dan layanan pernikahan, bahkan sampai menghapus pembebasan pajak pada alat kontrasepsi seperti kondom dan pil KB — kebijakan yang mulai diterapkan pada 2026 dengan tarif PPN 13%.
Meskipun demikian, kebijakan-kebijakan ini belum berhasil menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam angka kelahiran. Pakar mengatakan faktor seperti biaya hidup tinggi, tekanan ekonomi, serta efek jangka panjang dari kebijakan satu anak sebelumnya tetap menjadi hambatan utama.
Selain itu, struktur demografis China juga menunjukkan penuaan populasi yang cepat; diperkirakan sekitar 23% penduduk kini berusia 60 tahun ke atas. Hal ini menimbulkan tantangan bagi ekonomi dan sistem kesejahteraan negara karena jumlah pekerja usia produktif semakin menyusut.
(DAW)




You must be logged in to post a comment Login