Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Perang Rusia-Ukraina Memasuki Tahun Ke-4, Upaya Perdamaian Belum Berhasil

Tentara Ukraina menembaki posisi Rusia di garis depan di wilayah Kharkiv, Ukraina, Rabu, 18 Februari 2026. (AP Photo/Andrii Marienko, File)

Newestindonesia.co.id, Perang yang dilancarkan oleh Rusia terhadap Ukraina telah memasuki masa ke-empatnya, menandai lebih dari 1.418 hari konflik penuh sejak invasi besar-besaran dimulai pada 24 Februari 2022 — periode waktu yang sama lamanya dengan kampanye Soviet dalam Perang Patriotik Hebat pada Perang Dunia II. Namun, sejauh ini upaya perdamaian masih jauh dari keberhasilan, meskipun ada tekanan diplomatik dari Amerika Serikat dan sekutu Barat.

Dilansir melalui Associated Press, Sejak awal serangan di Ukraina, Rusia gagal merebut ibu kota Kyiv dan menggulingkan pemerintah Ukraina. Alih-alih berakhir cepat, konflik berubah menjadi perang parit yang brutal, menelan jutaan korban — dengan jumlah tentara tewas, terluka, atau hilang diperkirakan mencapai hampir dua juta di kedua belah pihak.

Pertempuran Tersendat di Timur Ukraina

Pasukan Rusia telah menguasai sekitar 20% wilayah Ukraina sejak aneksasi ilegal Crimea pada 2014, tetapi kemajuan militernya lamban. Dalam dua tahun terakhir di wilayah Donetsk saja, pasukan Rusia hanya maju sekitar 50 kilometer melalui pertempuran sengit untuk menguasai beberapa benteng utama.

Mark Rutte, Sekretaris Jenderal NATO, mengomentari lambatnya kemajuan Rusia, menggambarkan kecepatan serangan sebagai “kecepatan siput taman” — sindiran tajam terhadap stagnasi tujuan perang Moskow.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Teknologi Perang yang Berubah

Konflik ini juga mencatat fenomena unik dalam sejarah militer: peran drone yang sangat dominan, yang mengubah dinamika medan tempur. Ukraina sejak awal menggunakan drone untuk mengimbangi keunggulan api Rusia. Sebaliknya, pihak Moskow mengembangkan drone dengan jangkauan lebih jauh, bahkan menggunakan teknologi kabel optical fiber untuk menghindari sistem perang elektronik lawan.

Dalam operasi berani yang diberi nama sandi “Spiderweb”, Ukraina melancarkan serangan drone dari kendaraan taktis untuk menghantam pangkalan udara Rusia yang menjadi markas pesawat pembom jarak jauh — sebuah pukulan diplomatik dan militer yang memalukan bagi Kremlin.

Baca juga:  Israel Serang Damaskus Ibu Kota Suriah Hantam Gerbang Markas Militer

Upaya Perdamaian dan Hambatan Diplomatik

Trump: Upaya AS untuk Damai Tetap Berlanjut

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah berupaya memediasi gencatan senjata dan perundingan damai antara Ukraina dan Rusia, meskipun berbagai tuntutan yang saling bertentangan tetap menjadi hambatan utama. Trump pernah menyatakan optimismenya bahwa kedua pihak “lebih dekat dari sebelumnya” untuk mencapai kesepakatan damai meskipun negosiasi tetap kompleks dan belum memastikan hasil akhir.

Namun, upaya diplomasi Amerika Serikat ini tidak berjalan mulus. Ada tekanan kuat dari pemerintahan Trump agar Ukraina menerima beberapa kompromi, termasuk kemungkinan penarikan pasukan dari wilayah tertentu yang dikuasai konflik — sebuah usulan yang ditentang tegas oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam konferensi pers bersama NATO di Kyiv, Zelenskyy mengatakan bahwa Washington telah memberikan batas waktu hingga Juni 2026 untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri perang. Ia memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dapat memicu tekanan diplomatik dan geopolitik lebih lanjut.

“Kami siap berbicara tentang gencatan senjata di sepanjang garis kontak saat ini, tetapi setiap kesepakatan harus mencakup jaminan keamanan yang konkret,” ujar Zelenskyy dalam konferensi pers dikutip melalui The Guardian.

Pertemuan Geneva Tanpa Terobosan Besar

Putaran terbaru negosiasi damai yang difasilitasi AS dan negara mediator lainnya di Geneva berakhir tanpa terobosan besar. Zelenskyy menuduh Moskow sengaja memperlambat proses, sementara pihak Rusia menyebut pembicaraan itu “sulit namun profesional”. Masalah utama seperti status wilayah Donbas dan kontrol atas fasilitas nuklir Zaporizhzhia pun tetap belum tuntas.

Tantangan dan Prospek Masa Depan

Konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun ini tetap menjadi salah satu konflik paling menghancurkan di Eropa sejak Perang Dunia II. Meskipun tekanan internasional meningkat dan sanksi terhadap Rusia terus diberlakukan, mesin perang Moskow tetap operasional, sementara Ukraina terus menolak konsesi wilayah tanpa jaminan keamanan kuat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Para analis mengatakan bahwa tetap minimnya konsesi dari kedua belah pihak — terutama pada isu strategis seperti kedaulatan wilayah dan jaminan keamanan NATO — membuat prospek perdamaian komprehensif semakin rumit. Kemungkinan kemenangan militer di medan laga maupun tekanan domestik di dalam negeri masing-masing akan menentukan arah akhir konflik.

Baca juga:  Iran Serang 27 Pangkalan AS, Ledakan Mengguncang Dubai Dan Doha

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Regional

Newestindonesia.co.id, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, mendorong alokasi anggaran sebesar Rp120 juta untuk setiap kelurahan atau kalurahan di Daerah Istimewa Yogyakarta...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, akhirnya buka suara terkait tudingan yang mengaitkan dirinya dengan skandal Jeffrey Epstein. Dalam pernyataan publik yang jarang...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa pasukan militer AS akan tetap berada di sekitar Iran hingga tercapai kesepakatan damai yang benar-benar konkret...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras terhadap Iran di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel semakin memakan korban sipil, termasuk dari sektor pendidikan. Sedikitnya 310 siswa dan guru dilaporkan...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan pernyataan keras terkait konflik yang terus memanas dengan Iran. Ia menyebut militer Israel akan mengejar hingga membunuh...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah ultimatum 48 jam yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump justru dibalas dengan kecaman keras...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghentikan penugasan pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL)...

Advertisement