Newestindonesia.co.id, Pihak berwenang Rusia mengumumkan penangkapan seorang pria yang diduga menembak Wakil Kepala Dinas Intelijen Militer Rusia (GRU), Letnan Jenderal Vladimir Alekseyev, di ibu kota Moskow, dan penyerahan tersangka tersebut setelah ia ditangkap di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (8/2/2026) waktu setempat.
Tersangka, diidentifikasi sebagai Lyubomir Korba seperti dilansir Reuters, warga negara Rusia berusia sekitar 60-an tahun, ditangkap oleh pihak berwenang UEA setelah melarikan diri dari Rusia usai kejadian penembakan pada Jumat (6/2/2026). Ia kemudian diekstradisi dan dibawa ke Moskow untuk proses hukum lebih lanjut oleh Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB).
Sementara itu, dua orang lain juga telah diidentifikasi terkait serangan tersebut: satu ditangkap di Moskow dan satu lagi diyakini berhasil melarikan diri ke wilayah Ukraina—pernyataan yang dirilis oleh FSB Rusia.
Serangan dan Kondisi Jenderal Alekseyev
Letnan Jenderal Vladimir Alekseyev, 64 tahun, yang menjabat sebagai wakil kepala GRU — badan intelijen militer utama Rusia yang terlibat dalam operasi strategis global — ditembak beberapa kali di sebuah gedung tempat tinggal dekat Jalan Volokolamskoye di Moskow pada hari Jumat pagi lalu.
Alekseyev segera dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi. Menurut laporan awal, ia mengalami cedera serius di bagian dada dan kaki, dan sempat dalam kondisi kritis. Beberapa laporan internasional menyebutkan ia tetap dalam kondisi koma pasca-operasi, meski beberapa sumber media Rusia kemudian menyatakan Alekseyev telah mulai sadar.
Tuduhan dan Reaksi Pemerintah Rusia
Pihak Kremlin dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov secara terbuka menuduh pemerintah Ukraina berada di balik serangan tersebut, menyebutnya sebagai “aksi teroris yang ditujukan untuk menggagalkan perundingan damai.” Namun, Ukraina belum memberikan komentar resmi mengenai tuduhan tersebut.
Kremlin beralasan bahwa serangan tersebut terjadi di tengah upaya diplomatik yang melibatkan Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yang bertujuan membahas penghentian konflik yang memanas sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.
Motif dan Dampaknya
Rusia telah lama menuduh Kyiv bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap pejabat militer tinggi Rusia, termasuk operasi yang melibatkan serangan agen saraf dan serangan target lainnya. Vlah satu tokoh yang pernah ditargetkan sebelum serangan ini termasuk beberapa perwira senior GRU lainnya.
Namun, para pengamat internasional mencatat bahwa belum ada bukti independen yang mengaitkan langsung pemerintah Ukraina dengan penembakan Alekseyev, dan beberapa pihak internasional menyarankan agar penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk menilai motif sebenarnya di balik serangan ini.
Proses Hukum dan Selanjutnya
Korba kini berada dalam tahanan Rusia dan sedang menjalani pemeriksaan terkait tuduhan penembakan berencana. FSB Rusia menyatakan akan terus mengejar semua individu yang terlibat dalam rencana pembunuhan tersebut, termasuk mereka yang diduga berada di luar yurisdiksi Rusia saat ini.
Peristiwa ini memperlihatkan ketegangan yang terus meningkat dalam konflik Rusia–Ukraina, serta tekanan signifikan kepada keamanan internal militer Rusia yang menghadapi tekanan eksternal dan tuduhan keterlibatan intelijen asing dalam operasi di dalam negeri.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login