Newestindonesia.co.id, Jerman menghadapi kekurangan tenaga kerja akibat krisis demografi yang semakin nyata. Untuk mengatasi kondisi tersebut, negara itu kini merekrut pekerja dari India sebagai salah satu solusi utama.
Berdasarkan studi pada 2024 seperti dilansir BBC Indonesia, ekonomi Jerman membutuhkan sekitar 288.000 pekerja asing setiap tahun untuk menjaga stabilitas pasar tenaga kerja. Tanpa tambahan tenaga kerja dari luar negeri, jumlah pekerja diperkirakan akan menyusut hingga 10% pada 2040.
Kondisi ini dipicu oleh semakin banyaknya generasi baby boomer yang memasuki masa pensiun, sementara jumlah tenaga kerja muda di dalam negeri tidak mencukupi akibat rendahnya angka kelahiran.
Sebaliknya, India dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber tenaga kerja muda.
“India adalah negara dengan 600 juta orang berusia di bawah 25 tahun,” kata Aditi Banerjee dari lembaga perekrutan tenaga kerja Magic Billion.
Ia menambahkan bahwa hanya sekitar 12 juta orang yang masuk ke angkatan kerja setiap tahun di India, sehingga terdapat surplus tenaga kerja yang besar.
Untuk menjembatani kebutuhan tersebut, dibentuk sebuah inisiatif bernama India Works yang bertujuan mengirim tenaga kerja muda India ke Jerman. Program ini menargetkan ratusan peserta magang dalam berbagai sektor.
Tahun ini, sekitar 775 anak muda India direncanakan akan diberangkatkan ke Jerman untuk mengikuti program tersebut. Mereka akan bekerja di berbagai bidang seperti konstruksi jalan, mekanik, tukang batu, hingga pembuat roti.
Kerja sama kedua negara juga diperkuat melalui penandatanganan Migration and Mobility Partnership Agreement pada 2022, yang mempermudah pekerja terampil India untuk masuk ke pasar kerja Jerman.
Selain itu, pada akhir 2024, pemerintah Jerman meningkatkan kuota visa kerja terampil bagi warga India dari 20.000 menjadi 90.000 orang per tahun.
Data resmi menunjukkan jumlah pekerja India di Jerman meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024 tercatat sebanyak 136.670 pekerja India bekerja di negara tersebut, naik tajam dibandingkan 23.320 orang pada 2015.
Bagi sebagian pekerja India, peluang kerja di Jerman menawarkan prospek gaji lebih tinggi serta kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik. Banyak dari mereka juga menghadapi kesulitan memperoleh pekerjaan di dalam negeri.
Kolaborasi ini mencerminkan saling melengkapi antara kedua negara: Jerman membutuhkan tenaga kerja untuk menjaga pertumbuhan ekonominya, sementara India memiliki surplus tenaga kerja usia muda.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login