Newestindonesia.co.id, Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Serangan tersebut dilaporkan menyasar puluhan fasilitas militer AS, dengan sejumlah ledakan terdengar di beberapa kota besar seperti Dubai di Uni Emirat Arab dan Doha di Qatar.
Serangan ini terjadi setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan operasi militer besar ke Iran pada akhir Februari 2026. Operasi tersebut menargetkan berbagai fasilitas militer dan kepemimpinan Iran, termasuk yang dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah.
Iran Klaim Serang Puluhan Pangkalan Militer AS
Militer Iran menyatakan bahwa operasi balasan tersebut menyasar puluhan instalasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Dalam laporan media, serangan itu disebut menargetkan hingga 27 pangkalan militer AS yang tersebar di berbagai negara Teluk.
Sasaran serangan meliputi fasilitas militer di Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait hingga wilayah lain yang menampung pasukan Amerika.
Iran menyebut serangan ini sebagai respons langsung terhadap operasi militer yang dilakukan Washington dan Tel Aviv terhadap wilayahnya.
Ledakan Terdengar di Dubai dan Doha
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa suara ledakan terdengar di beberapa kota besar di kawasan Teluk, termasuk Dubai dan Doha.
Di Doha, ledakan dilaporkan terdengar di sekitar pangkalan udara Al Udeid yang merupakan salah satu fasilitas militer terbesar milik Amerika Serikat di Timur Tengah. Serangan tersebut dilaporkan merusak sistem radar di pangkalan tersebut.
Sementara itu di Uni Emirat Arab, dampak serangan juga dilaporkan terasa di beberapa lokasi, termasuk di sekitar bandara internasional. Insiden tersebut bahkan dilaporkan menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.
Satu orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya mengalami luka setelah serangan yang menghantam kawasan Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi. Selain itu, sejumlah orang juga dilaporkan terluka akibat dampak serangan di Bandara Internasional Dubai.
Konflik Memanas di Timur Tengah
Serangan Iran ini menandai eskalasi besar dalam konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Ketegangan meningkat drastis setelah serangan udara gabungan AS dan Israel terhadap Iran yang menargetkan berbagai fasilitas militer dan pejabat tinggi negara tersebut.
Operasi militer tersebut merupakan salah satu serangan terbesar terhadap Iran dalam beberapa dekade terakhir dan memicu ancaman balasan keras dari Teheran.
Sebagai respons, Iran menyatakan seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah menjadi target sah bagi serangan balasan.
Serangan rudal dan drone kemudian diluncurkan ke sejumlah negara yang menampung pasukan AS, termasuk Bahrain, Kuwait, Qatar, hingga Uni Emirat Arab.
Dampak Regional dan Kekhawatiran Perang Lebih Luas
Eskalasi konflik ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah. Sejumlah negara Teluk meningkatkan status keamanan dan menutup sebagian wilayah udara mereka setelah serangan terjadi.
Bandara di beberapa negara juga dilaporkan mengalami gangguan operasional, sementara sejumlah maskapai membatalkan penerbangan ke kawasan tersebut demi alasan keselamatan.
Situasi ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan, termasuk potensi gangguan terhadap jalur energi global di Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login