Newestindonesia.co.id, Iran meningkatkan serangan militernya di kawasan Teluk setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel semakin memanas. Serangan tersebut dilaporkan menargetkan sejumlah negara di kawasan yang memiliki hubungan keamanan dengan Washington, memperluas dampak perang yang kini memasuki tahap lebih berbahaya.
Menurut laporan media Aljazeera, Sabtu 14 Maret 2026, Teheran melancarkan gelombang serangan baru yang menyasar beberapa negara Teluk, termasuk fasilitas strategis yang dianggap terkait dengan kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya. Langkah ini dipandang sebagai respons langsung terhadap operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Serangan terbaru terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap target militer Iran di Pulau Kharg, sebuah pusat ekspor minyak utama negara tersebut. Washington memperingatkan bahwa infrastruktur energi Iran juga dapat menjadi target berikutnya jika Teheran mengganggu jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Pulau Kharg sendiri merupakan fasilitas vital bagi ekspor minyak Iran. Sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran melewati pulau tersebut, menjadikannya titik strategis dalam konflik yang kini berpotensi mengguncang pasar energi global.
Serangan Meluas di Kawasan Teluk
Serangan Iran tidak hanya menargetkan Israel, tetapi juga berbagai lokasi di kawasan Teluk yang dianggap memiliki keterkaitan dengan operasi militer Amerika Serikat. Beberapa laporan menyebut adanya serangan drone dan rudal yang mengarah ke fasilitas energi dan infrastruktur strategis di wilayah tersebut.
Di Uni Emirat Arab, misalnya, sebuah kebakaran dilaporkan terjadi di dekat pelabuhan minyak Fujairah setelah serangan drone berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara. Insiden tersebut menyebabkan sebagian operasi pemuatan minyak sempat dihentikan sementara.
Pemerintah Iran sebelumnya memperingatkan bahwa mereka akan membalas setiap serangan terhadap wilayahnya dengan menargetkan fasilitas energi dan kepentingan milik Amerika Serikat maupun sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Konflik yang Terus Meluas
Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang dimulai pada akhir Februari telah menimbulkan dampak luas di kawasan Timur Tengah. Serangan udara dan balasan militer dari kedua pihak telah menewaskan ribuan orang serta memicu kekhawatiran akan perang regional yang lebih besar.
Selain itu, meningkatnya konflik juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia, mengingat kawasan Teluk merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak global. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz bahkan berpotensi memengaruhi harga minyak internasional jika konflik terus meningkat.
Kelompok Palestina Hamas turut menyerukan agar Iran menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk, meskipun tetap menyatakan dukungan terhadap hak Iran untuk mempertahankan diri dari serangan Amerika Serikat dan Israel.
Para analis menilai konflik ini berisiko meluas menjadi perang regional yang melibatkan lebih banyak negara jika tidak ada upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login