Newestindonesia.co.id, Iran berencana mengenakan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.
Langkah ini muncul saat Iran masih melakukan blokade de facto di jalur strategis tersebut, yang menjadi salah satu rute vital perdagangan energi dunia.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, dan dilalui sekitar 20% pasokan minyak serta gas global.
Rancangan UU Sudah Disiapkan
Mengutip laporan Al Jazeera, media Iran menyebut pemerintah tengah menyiapkan regulasi untuk memungut biaya dari kapal yang melintas.
Laporan kantor berita Tasnim dan Fars menyebutkan, sumber dari Komite Urusan Sipil Parlemen Iran mengonfirmasi bahwa rancangan undang-undang telah disusun.
“Menurut rencana ini, Iran harus memungut biaya untuk memastikan keamanan kapal yang melewati Selat Hormuz,” kata seorang pejabat seperti dikutip melalui Aljazeera.
Rancangan tersebut saat ini masih dalam tahap finalisasi oleh tim hukum Majelis Permusyawaratan Islam dan akan segera dibahas lebih lanjut.
Biaya Bisa Capai Rp 33,8 Miliar per Kapal
Besaran biaya yang akan dikenakan kepada kapal tidak kecil. Dalam laporan lanjutan disebutkan, tarif yang dibebankan bisa mencapai US$2 juta atau sekitar Rp 33,8 miliar per kapal.
Nilai ini disebut sebagai biaya “jaminan keamanan” agar kapal dapat melintas dengan aman di tengah konflik yang memanas.
Bagian dari Strategi Geopolitik Iran
Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari strategi Iran menjadikan Selat Hormuz sebagai alat tawar dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Saat ini, ribuan kapal dilaporkan tertahan di sekitar wilayah tersebut akibat situasi yang tidak menentu.
“Hampir 2.000 kapal terdampar di dekat selat sempit ini,” demikian laporan yang dikutip.
Dalam konteks yang lebih luas, krisis Selat Hormuz 2026 telah menyebabkan gangguan besar terhadap perdagangan energi global, bahkan memicu lonjakan harga minyak dunia.
Akses Kapal Dibatasi, Harus Izin Iran
Di tengah kebijakan ini, Iran juga mulai membatasi kapal yang boleh melintas. Hanya kapal dari negara tertentu yang diizinkan lewat, dengan pengaturan khusus.
Sebagai contoh, Iran telah mengizinkan kapal berbendera Pakistan melintas secara bertahap dengan skema tertentu.
Langkah ini menunjukkan bahwa akses Selat Hormuz kini semakin dikontrol ketat oleh Teheran sebagai bagian dari dinamika konflik yang sedang berlangsung.
Dampak Global: Minyak dan Perdagangan Terancam
Situasi di Selat Hormuz menjadi perhatian dunia karena dampaknya yang sangat besar terhadap ekonomi global.
Gangguan di jalur ini tidak hanya memengaruhi distribusi minyak, tetapi juga rantai pasok global, termasuk gas alam dan komoditas lainnya.
Kondisi ini berpotensi memperpanjang ketidakstabilan harga energi dan meningkatkan tekanan terhadap ekonomi negara-negara importir.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login