Newestindonesia.co.id, Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menjalani pemeriksaan oleh Komite Pengawasan Kongres AS terkait penyelidikan terhadap jaringan kriminal mendiang pengusaha Jeffrey Epstein. Dalam kesaksiannya, Clinton menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki informasi baru terkait kasus tersebut dan bahkan tidak mengingat pernah bertemu dengan Epstein.
Dilansir melalui DW, Pemeriksaan terhadap Clinton dilakukan secara tertutup di kediamannya di Chappaqua, New York, pada Kamis (26/2). Proses deposisi atau pengumpulan kesaksian itu berlangsung selama sekitar tujuh jam dan dipimpin oleh Komite Pengawasan Kongres yang saat ini dikendalikan oleh Partai Republik.
Dalam pernyataan pembukanya, Clinton menegaskan bahwa panggilan terhadap dirinya didasarkan pada asumsi bahwa ia memiliki informasi terkait penyelidikan aktivitas kriminal Jeffrey Epstein dan rekan terpidananya, Ghislaine Maxwell.
“Biarkan saya jelaskan sejelas mungkin. Saya tidak memiliki informasi tersebut,” kata Clinton dalam pernyataan pembukanya.
Clinton juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki hubungan dengan Epstein maupun aktivitasnya.
“Saya tidak ingat pernah berjumpa dengan Epstein. Saya tidak pernah terbang dengan pesawatnya atau mengunjungi pulaunya, rumahnya, maupun kantornya,” ujarnya dalam pernyataan yang dirilis saat menjalani deposisi.
Pemeriksaan Berlangsung Berjam-jam
Usai menjalani pemeriksaan yang berlangsung hampir seharian, Clinton mengatakan bahwa dirinya berulang kali menerima pertanyaan yang sama dari para anggota komite. Meski demikian, ia mengaku juga menyampaikan sejumlah saran mengenai bagaimana penyelidikan terhadap Epstein seharusnya dilakukan, meskipun tidak merinci usulan tersebut kepada publik.
Ketua Komite Pengawasan DPR AS, James Comer, menyatakan pihaknya berencana merilis video serta transkrip pemeriksaan setelah mendapatkan persetujuan.
“Tujuan dari seluruh penyelidikan ini adalah untuk memahami banyak hal tentang Epstein,” kata Comer kepada wartawan.
Ia menambahkan bahwa banyak pertanyaan telah diajukan dalam pemeriksaan tersebut dan komite masih belum puas dengan sejumlah jawaban yang diperoleh.
Hillary Yakin Bill Clinton Tak Tahu Kejahatan Epstein
Dalam kesempatan tersebut, Hillary Clinton juga menyinggung keterlibatan suaminya, mantan Presiden AS Bill Clinton, yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan serupa pada Jumat (27/2).
Bill Clinton sebelumnya telah membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan penyesalan atas kedekatannya dengan Epstein.
Hillary mengatakan bahwa suaminya kemungkinan akan menjelaskan kepada komite bahwa sebagian besar orang yang pernah berinteraksi dengan Epstein sebelum pengakuan bersalahnya pada 2008 tidak mengetahui praktik perdagangan seks yang dilakukannya.
Menurut Hillary, hubungan suaminya dengan Epstein juga telah berakhir bertahun-tahun sebelum aktivitas kriminal tersebut terungkap ke publik.
Clinton Desak Trump Ikut Diperiksa
Di tengah penyelidikan tersebut, Hillary Clinton juga memanfaatkan kesempatan untuk menyoroti mantan Presiden AS Donald Trump. Ia menilai penyelidikan yang berfokus pada dirinya berpotensi mengalihkan perhatian dari pihak lain yang juga memiliki hubungan dengan Epstein.
Clinton pun mendesak agar Trump turut dipanggil untuk memberikan kesaksian terkait keterkaitannya dengan pengusaha yang terjerat kasus kejahatan seksual tersebut.
Desakan tersebut juga disuarakan oleh anggota Demokrat di komite, Robert Garcia, yang meminta agar Trump bersaksi untuk menjawab pertanyaan dari para penyintas.
“Trump harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para penyintas di seluruh penjuru negeri,” ujar Garcia.
Penyelidikan Kasus Epstein
Penyelidikan Kongres terhadap jaringan Epstein terus berlangsung dan menjadi salah satu isu politik besar di Amerika Serikat. Kasus ini melibatkan jaringan luas yang mencakup tokoh-tokoh berpengaruh di dunia politik, bisnis, dan hiburan.
Jeffrey Epstein sendiri merupakan pengusaha yang dihukum atas kasus kejahatan seksual dan perdagangan manusia sebelum meninggal di penjara pada 2019. Sejak saat itu, berbagai dokumen dan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap jaringan serta pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan kasus tersebut.
Pemeriksaan terhadap Hillary Clinton dan rencana kesaksian Bill Clinton menjadi bagian dari upaya Kongres untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai relasi Epstein dengan sejumlah tokoh politik Amerika.
Sementara itu, sejumlah anggota Demokrat juga menuntut transparansi penuh dalam pengungkapan dokumen terkait kasus Epstein, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain yang belum diperiksa secara mendalam.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login