Newestindonesia.co.id, Emir Kuwait, Sheikh Meshal al-Ahmad al-Sabah, mengecam keras serangan yang dilancarkan Iran terhadap negaranya. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 12 orang dan memicu ketegangan serius di kawasan Teluk.
Serangan itu disebut terjadi di tengah meningkatnya konflik regional yang dipicu oleh perang yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Iran melancarkan serangan ke sejumlah negara di kawasan Teluk sebagai bentuk pembalasan atas serangan terhadap wilayahnya.
Dalam pidato yang disiarkan televisi Kuwait, Emir Sheikh Meshal menegaskan bahwa negaranya tidak pernah terlibat dalam aksi militer terhadap Iran. Namun, Kuwait justru menjadi sasaran serangan yang mematikan.
Ia menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan tersebut dan menilai serangan itu sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
“Negara kita telah menjadi sasaran serangan brutal oleh negara Muslim tetangga, yang kita anggap sebagai teman,” kata Sheikh Meshal dalam pidatonya, sebagaimana dilaporkan media regional Al Arabiya.
Ia menegaskan bahwa Kuwait selama ini telah berupaya menjaga hubungan baik dengan Iran. Pemerintah Kuwait bahkan telah berulang kali menyampaikan melalui jalur diplomatik bahwa wilayah mereka tidak akan digunakan untuk operasi militer terhadap Iran.
“Kami tidak mengizinkan penggunaan tanah, wilayah udara, atau pantai kami untuk tindakan militer apa pun terhadapnya,” ujar Sheikh Meshal.
Menurutnya, posisi tersebut telah dikomunikasikan secara jelas kepada Iran melalui berbagai saluran diplomatik.
Tegaskan Hak Membela Diri
Dalam pidato tersebut, Emir Kuwait juga menegaskan bahwa negaranya memiliki hak penuh untuk mempertahankan diri dari serangan militer yang mengancam keamanan nasional.
Ia menyatakan bahwa Kuwait memiliki “hak penuh dan inheren untuk membela diri.”
Pernyataan tersebut menjadi sikap resmi pertama yang disampaikan Sheikh Meshal sejak serangan Iran mulai terjadi pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut telah meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Teluk yang selama ini dikenal sebagai wilayah strategis bagi energi dunia.
Negara Teluk Ikut Mengecam
Kecaman terhadap serangan Iran tidak hanya datang dari Kuwait. Negara Teluk lainnya juga menyuarakan keprihatinan dan kemarahan atas tindakan tersebut.
Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim bin Jaber Al Thani, menyebut serangan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara-negara Teluk.
Dalam wawancara dengan Sky News yang dikutip Al Jazeera, Sheikh Mohammed mengatakan bahwa serangan terjadi hanya beberapa saat setelah konflik regional pecah.
“Mungkin hanya satu jam setelah dimulainya perang, Qatar dan negara-negara Teluk lainnya langsung diserang,” kata Sheikh Mohammed.
Menurutnya, serangan itu sangat mengejutkan karena beberapa negara Teluk telah menyatakan tidak akan terlibat dalam konflik melawan Iran.
Ia juga menyebut bahwa negara-negara di kawasan tersebut sebenarnya telah melakukan berbagai upaya diplomatik untuk mencegah eskalasi konflik.
Namun, menurut Sheikh Mohammed, langkah Iran justru memperburuk situasi.
“Kesalahan perhitungan Iran untuk menyerang negara-negara Teluk telah menghancurkan segalanya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Qatar sepenuhnya menolak alasan atau pembenaran yang digunakan Iran untuk melancarkan serangan terhadap negara-negara Teluk.
Serangan Terjadi Meski Iran Pernah Minta Maaf
Sheikh Mohammed juga mengungkapkan bahwa serangan Iran tetap terjadi meskipun sebelumnya Presiden Iran Masoud Pezeshkian sempat menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk.
Dalam pernyataan sebelumnya, Presiden Iran disebut menyatakan bahwa negara-negara Teluk tidak akan menjadi sasaran selama mereka tidak menyerang Iran.
Namun kenyataannya, serangan tetap berlangsung.
Hal inilah yang membuat banyak pemimpin di kawasan Teluk merasa terkejut sekaligus kecewa dengan tindakan Iran.
Ketegangan di Kawasan Teluk Meningkat
Serangan terhadap Kuwait menjadi bagian dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah memicu serangkaian serangan yang melibatkan sejumlah negara di kawasan.
Selain Kuwait, laporan sebelumnya juga menyebut Iran melancarkan serangan terhadap instalasi minyak di Bahrain serta beberapa wilayah lain di kawasan Teluk.
Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran dunia internasional mengenai stabilitas kawasan yang sangat penting bagi pasokan energi global.
Banyak negara kini menyerukan deeskalasi dan dialog diplomatik untuk mencegah konflik semakin meluas.
Sementara itu, pemerintah Kuwait menegaskan akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan negaranya.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login