Newestindonesia.co.id, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, alias El Mencho, pemimpin salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh di Meksiko, Cartel Jalisco Nueva Generación (CJNG), tewas dalam operasi militer yang didukung intelijen Amerika Serikat (AS). Langkah ini memicu serangkaian kerusuhan bersenjata di berbagai wilayah Meksiko, sementara mantan Presiden AS Donald Trump menyerukan agar pemerintah Meksiko memperkuat perjuangan melawan kartel narkoba.
Operasi dan Kematian El Mencho
Menurut pernyataan resmi militer Meksiko, operasi keamanan besar dilancarkan di Tapalpa, negara bagian Jalisco pada Minggu (22/2/2026) dengan tujuan utama menangkap El Mencho hidup-hidup. Namun, perlawanan sengit dari anggota CJNG memicu tembak-menembak besar dan tubuh El Mencho terluka parah. Ia kemudian dinyatakan meninggal saat dievakuasi ke Mexico City.
El Mencho, yang berusia sekitar 60 tahun dan pernah menjadi mantan aparat kepolisian, telah lama menjadi target kepolisian Meksiko dan AS dengan imbalan hingga US$15 juta (sekitar Rp252 miliar) untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Reaksi Trump: “Perangi Kartel & Narkoba Lebih Keras”
Presiden AS Donald Trump memberikan respons lewat unggahan di platform media sosial Truth Social, menekankan bahwa:
“Meksiko harus meningkatkan upaya mereka dalam memerangi kartel dan narkoba!,” dikutip melalui Anadolu Agency.
Seruan ini muncul tak lama setelah militer Meksiko melancarkan operasi yang berakhir dengan tewasnya El Mencho. Trump tidak banyak mengomentari detail operasi, tetapi menegaskan perlunya tindakan lebih tegas terhadap organisasi kriminal lintas batas.
Gelombang Kekerasan & Kerusuhan di Meksiko
Pasca pengumuman kematian El Mencho, sejumlah wilayah di Meksiko dilanda aksi balasan dari kelompok kartel. Serangan itu termasuk pembakaran kendaraan dan pusat bisnis, blokade jalan raya, serta serangan terhadap warga sipil dan pasukan keamanan — memaksa beberapa otoritas lokal menetapkan kode darurat merah dan memberlakukan jam malam di kota-kota besar.
Pemerintah AS juga mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga negaranya di Meksiko, menyerukan agar mencari perlindungan di tengah kekerasan berlanjut.
Pasukan militer Meksiko dilaporkan meningkatkan penjagaan di daerah-daerah rawan, termasuk di kawasan hutan di luar kota Tapalpa, untuk mencegah penyebaran lebih luas konflik bersenjata.
Dampak Keamanan & Publik
Kerusuhan yang dipicu oleh kematian El Mencho menggambarkan betapa rapuhnya situasi keamanan di Meksiko, serta potensi pembalasan yang luar biasa dari organisasi kriminal besar. Menurut sejumlah analis internasional, meskipun penangkapan atau kematian pemimpin kartel besar sering kali menjadi kemenangan simbolis terhadap kejahatan terorganisir, dampaknya cenderung memicu lonjakan kekerasan sementara dan kekosongan kekuasaan di bawah.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login