Newestindonesia.co.id, Blue Origin, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, berhasil meluncurkan roket New Glenn yang membawa dua satelit NASA dalam perjalanan menuju Mars dalam sebuah misi bersejarah.
Roket berat ini diluncurkan dari Cape Canaveral Space Force Station, Florida, menandai langkah besar bagi perusahaan rintisan luar angkasa itu dan kolaborasinya dengan NASA.
New Glenn, yang dinamai untuk menghormati astronaut Amerika pertama yang mengorbitkan Bumi, John Glenn, adalah roket dua tahap yang dirancang untuk menempuh misi besar termasuk perjalanan antarplanet sekaligus booster yang bisa digunakan kembali.
Peluncuran ini sempat tertunda beberapa hari karena gangguan cuaca buruk dan aktivitas badai matahari yang tinggi, yang meningkatkan risiko radiasi pada pesawat ruang angkasa. Namun, pada akhirnya roket berhasil lepas landas dan memulai perjalanan panjang kedua satelit ini menuju orbit Mars.
“Satelit-satelit ini akan melakukan penelitian penting mengenai bagaimana angin matahari secara bertahap mengikis atmosfer Mars,” kata pejabat NASA dalam konferensi pers setelah peluncuran.
Misi NASA ESCAPADE
Kedua pesawat kecil ini bagian dari misi ESCAPADE (Escape and Plasma Acceleration and Dynamics Explorers) — program NASA yang dirancang untuk mengamati magnetosfer dan perubahan atmosfer Mars. Peluncuran ini menandai salah satu misi interplanet terbaik NASA dalam beberapa tahun terakhir, serta debut New Glenn dalam misi sains berskala besar.
Menurut rencana, setelah mencapai orbit yang telah ditentukan dan lepas dari roket pendukungnya, kedua satelit akan memulai pengamatan ilmiah yang dapat memberikan wawasan baru tentang dinamika atmosfer Mars serta bagaimana planet merah kehilangan atmosfernya seiring waktu.
Keberhasilan Booster yang Siap Digunakan Kembali
Salah satu pencapaian paling disorot dari peluncuran ini adalah berhasilnya pendaratan kembali booster tahap pertama New Glenn pada sebuah platform laut. Ini merupakan pertama kalinya Blue Origin secara sukses mendaratkan sore booster New Glenn setelah terbang antarorbit. Pencapaian tersebut diperlihatkan oleh tim teknisi yang merayakan momen tersebut di lokasi peluncuran.
Keberhasilan pendaratan booster menjadi langkah penting dalam upaya Blue Origin menurunkan biaya peluncuran dan bersaing dengan perusahaan lain seperti SpaceX yang lebih dulu memopulerkan roket reusable.
Masa Depan New Glenn dan Eksplorasi Luar Angkasa
Peluncuran ini merupakan misi kedua New Glenn, setelah debut orbit pertama yang dilakukan awal 2025 dengan membawa satelit percobaan ke orbit. Misi terbaru ini mencerminkan kepercayaan NASA terhadap kemampuan roket New Glenn untuk mengangkut payload ilmiah berskala besar.
Blue Origin juga terus mempersiapkan varian super heavy dari New Glenn yang dapat menambah kapasitas muatan dan memperluas kemampuan roket untuk misi yang lebih ambisius seperti pengiriman muatan ke bulan dan stasiun orbit masa depan.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login