Newestindonesia.co.id, Pendiri Microsoft sekaligus filantropis dunia, Bill Gates, kembali menjadi sorotan setelah secara terbuka membahas hubungannya di masa lalu dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein dalam sebuah pertemuan internal di Gates Foundation.
Dalam pertemuan yang digelar dalam format town hall bersama staf yayasan tersebut, Gates menjawab berbagai pertanyaan terkait hubungannya dengan Epstein dan mengakui bahwa interaksi tersebut merupakan kesalahan.
Seorang juru bicara Gates Foundation mengatakan Gates berbicara secara terbuka dan menjawab pertanyaan karyawan secara rinci mengenai hubungan masa lalunya dengan Epstein.
“Bill berbicara dengan sangat terbuka dan menjawab sejumlah pertanyaan secara detail,” kata juru bicara tersebut dalam pernyataan resmi dikutip melalui Associated Press.
Hubungan yang Menuai Kontroversi
Hubungan Gates dengan Epstein kembali menjadi sorotan publik setelah pemerintah Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terkait jaringan Epstein. Dokumen tersebut mencakup email, entri kalender, dan foto yang menunjukkan interaksi sejumlah tokoh berpengaruh dengan Epstein.
Meski demikian, hingga kini tidak ada tuduhan bahwa Gates terlibat dalam kejahatan seksual yang dilakukan Epstein.
Gates sebelumnya menyatakan bahwa pertemuannya dengan Epstein terjadi dalam konteks pembahasan kegiatan filantropi dan kemungkinan dukungan untuk proyek amal. Namun ia juga menegaskan bahwa menjalin hubungan dengan Epstein adalah sebuah keputusan yang keliru.
Dalam berbagai kesempatan, Gates bahkan menyebut pertemuan tersebut sebagai “kesalahan besar”.
Dampak pada Kehidupan Pribadi
Kontroversi tersebut juga berdampak pada kehidupan pribadi Gates. Mantan istrinya, Melinda French Gates, pernah menyatakan ketidaknyamanannya terhadap hubungan Gates dengan Epstein.
Melinda bahkan menyebut hubungan tersebut menjadi salah satu faktor yang menimbulkan ketegangan dalam pernikahan mereka sebelum akhirnya bercerai pada 2021.
Pada pertemuan internal tersebut, Gates juga mengakui adanya kesalahan pribadi di masa lalu dan meminta maaf kepada staf yayasan atas kontroversi yang turut menyeret reputasi organisasi filantropi tersebut.
Dokumen Epstein dan Sorotan Publik
Kasus Epstein kembali menjadi perhatian global setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen, termasuk ratusan ribu foto dan ribuan video terkait penyelidikan terhadap Epstein.
Rilis dokumen besar-besaran itu dilakukan berdasarkan Epstein Files Transparency Act, undang-undang yang mewajibkan pemerintah membuka arsip terkait jaringan Epstein kepada publik.
Dokumen tersebut memicu kembali perdebatan mengenai hubungan Epstein dengan sejumlah tokoh berpengaruh di dunia politik, bisnis, dan filantropi.
Gates Tetap Fokus pada Filantropi
Di tengah sorotan tersebut, Gates menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada kerja filantropi melalui Gates Foundation, yang selama dua dekade terakhir dikenal aktif dalam pendanaan kesehatan global, pendidikan, serta pengentasan kemiskinan.
Ia juga disebut sempat membatalkan jadwal pidato utama di sebuah konferensi kecerdasan buatan di India untuk menghindari gangguan terhadap agenda acara akibat kontroversi yang sedang berlangsung.
Meski kontroversi masa lalu masih menjadi perhatian publik, Gates menyatakan komitmennya untuk terus menjalankan misi yayasan dan menjaga transparansi terhadap staf serta publik.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login