Newestindonesia.co.id, Krisis petugas keamanan di bandara Amerika Serikat (AS) kian memburuk dan mulai berdampak luas pada operasional penerbangan. Kekurangan tenaga kerja menyebabkan antrean panjang hingga penundaan di sejumlah bandara utama.
Masalah ini telah berlangsung lebih dari satu bulan dan dipicu oleh kebijakan yang membuat petugas harus tetap bekerja tanpa menerima gaji akibat penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown).
Transportation Security Administration (TSA), lembaga yang bertanggung jawab atas pemeriksaan keamanan penumpang di seluruh bandara AS, menjadi salah satu pihak yang paling terdampak.
Akibat kondisi tersebut, banyak petugas memilih tidak masuk kerja. Dampaknya, proses pemeriksaan keamanan menjadi lambat dan memicu antrean panjang di berbagai bandara.
Untuk menutup kekurangan tenaga, pemerintah Presiden Donald Trump mengerahkan agen federal dari Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Namun, langkah ini menuai kritik karena dinilai tidak memiliki pelatihan yang relevan untuk tugas keamanan bandara.
Di sisi lain, situasi global turut memperburuk kondisi. Konflik antara AS, Israel, dan Iran berdampak pada perjalanan internasional, termasuk pembatalan dan pengalihan rute penerbangan, serta meningkatnya kekhawatiran keamanan.
Ratusan Petugas Mundur
Dilansir CNN melalui detikTravel, Data menunjukkan lebih dari 450 petugas TSA telah mengundurkan diri sejak penutupan pemerintah dimulai pada 14 Februari 2026.
Kondisi ini dinilai memperburuk tekanan pada sistem penerbangan AS yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
Peneliti dan advokat konsumen dari American Economic Liberties Project, William McGee, menyampaikan kekhawatirannya.
“Selama bertahun-tahun kita telah membanggakan bagaimana AS memiliki sistem penerbangan terbaik dan teraman di dunia. Saya tidak yakin itu sesuatu yang masih bisa kita katakan lagi.”
Petugas Alami Tekanan Finansial
Presiden serikat pekerja American Federation of Government Employees (AFGE), Everett Kelley, menyoroti beban yang dialami petugas TSA akibat ketidakpastian gaji.
“Di seluruh negeri, petugas TSA sekali lagi diminta untuk melapor kerja tanpa gaji. Mereka memiliki keluarga, hipotek, dan tagihan seperti orang lain.”
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan kelelahan fisik dan mental, serta menurunkan motivasi kerja di lapangan.
Antrean Mengular di Bandara Besar
Gangguan operasional tidak merata, tetapi sejumlah bandara besar seperti di New York, Atlanta, dan Houston dilaporkan mengalami penundaan hingga hampir 30 persen.
Pihak Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey menyebut waktu tunggu yang panjang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jumlah staf yang hadir, pergantian shift, hingga volume penumpang.
Dalam pernyataannya disebutkan:
“Kami mulai melihat dampak berupa waktu tunggu yang lama di pos pemeriksaan keamanan pada periode tertentu.”
Penumpang Diminta Datang Lebih Awal
Para analis memperingatkan kondisi ini mencerminkan gangguan sistemik dalam sektor penerbangan AS. Ketidakpastian durasi antrean membuat penumpang sulit memperkirakan waktu perjalanan.
Karena itu, pelancong yang hendak terbang disarankan datang lebih awal dari biasanya untuk menghindari risiko tertinggal pesawat.
Fenomena ini juga ramai dibagikan di media sosial, di mana sejumlah penumpang mengaku telah datang jauh lebih awal namun tetap ketinggalan penerbangan akibat antrean panjang di pemeriksaan keamanan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login