Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Gaya Hidup

Cara Melepas Orang Yang Kita Sayang, Apakah Dengan Mudah?

Foto: iStock/MTStock Studio

Newestindonesia.co.id, Melepas orang yang kita sayang sering terasa seperti salah satu hal tersulit dalam hidup. Pertanyaan yang sering muncul: Apakah melepas itu mudah? Jawabannya: tidak selalu mudah, tapi proses itu mungkin dan dapat dipelajari. Artikel ini memberikan panduan psikologis dan langkah praktis untuk membantu kamu melalui proses melepaskan dengan lebih lembut dan efektif.


Mengapa melepas terasa sulit?

  1. Keterikatan emosional — Kita membangun rutinitas, kenangan, dan harapan bersama orang tersebut.
  2. Identitas yang terkait hubungan — Kadang identitas diri ikut tergantung pada peran dalam hubungan.
  3. Rasa takut kehilangan — Takut kesepian atau takut tidak menemukan lagi membuat kita ragu melepas.
  4. Kebutuhan biologis & psikologis — Otak melepaskan hormon yang membuat kita “ketagihan” pada kehadiran orang yang disayangi.

Langkah-langkah praktis untuk melepas orang yang disayangi

1. Akui perasaanmu (terima dulu)

Jangan menyangkal emosi. Menangis, marah, sedih — semua wajar. Menerima perasaan adalah langkah pertama penyembuhan.

2. Beri jarak secara fisik dan digital

Jika memungkinkan, kurangi kontak langsung dan hapus atau mute media sosial sementara agar proses “penyesuaian” menjadi lebih cepat.

3. Tuliskan isi hati (journaling)

Menulis membantu memproses emosi. Catat kenangan, rasa syukur, dan juga alasan mengapa harus melepas.

4. Buat ritual perpisahan simbolis

Contoh: menulis surat yang tidak dikirim, membakar catatan lama (dengan aman), atau menyusun kotak kenangan yang akan disimpan atau dilepas.

Advertisement. Scroll to continue reading.

5. Bangun kembali rutinitas baru

Ganti kebiasaan lama yang mengingatkan pada pasangan dengan aktivitas baru: olahraga, hobi, belajar keterampilan baru.

6. Jaga diri — physical & mental

Tidur cukup, makan teratur, dan bergerak. Kesehatan fisik memengaruhi kemampuanmu mengatur emosi.

Baca juga:  Pria Memberi Bunga Lily Kepada Wanita Tandanya Sayang? Ini Maknanya!

7. Bicara dengan teman atau profesional

Curhat ke orang yang dipercaya atau konselor membantu memberi perspektif. Konsultasi profesional dianjurkan jika perasaan membuat fungsionalitas menurun.

8. Batasi idealisasi

Kita cenderung mengingat sisi baik saja. Buat daftar realitas hubungan—baik dan kurang baik—supaya pandangan lebih seimbang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

9. Fokus pada tujuan masa depan

Tetapkan target kecil (belajar, kerja, perjalanan) untuk mengalihkan energi menjadi produktif dan memberi arah baru.

10. Beri waktu (tapi aktif)

Waktu menyembuhkan, tetapi jangan sekadar menunggu — lakukan tindakan yang mempercepat proses healing.


Teknik psikologis yang membantu

  • Mindfulness & meditasi: Membantu mengamati perasaan tanpa bereaksi berlebihan.
  • Cognitive reframing: Ubah perspektif “gagal” menjadi “belajar” dari pengalaman.
  • Exposure bertahap: Jika hilangkan semua kenangan terasa ekstrem, lakukan pengurangan paparan secara bertahap.

Kesalahan umum saat mencoba melepas

  • Memaksa diri “segera lupa” — proses butuh waktu.
  • Balas dendam atau rebound yang merusak — tidak menyelesaikan akar permasalahan.
  • Menyalahkan diri terus-menerus — hindari pola ini; gunakan sebagai refleksi konstruktif.

Kapan kamu butuh bantuan profesional?

  • Jika sedih berkepanjangan > 2 bulan dan mengganggu pekerjaan/hubungan lain.
  • Jika muncul gejala depresi parah (tidak makan, sulit tidur, pikiran bunuh diri).
    Segera cari bantuan psikolog atau psikiater.

FAQ singkat (Pertanyaan yang sering muncul)

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melepas?
A: Tidak ada patokan pasti. Bisa beberapa minggu, bulan, atau lebih lama—tergantung kedalaman keterikatan dan usaha penyembuhan.

Q: Apakah melupakan sama dengan ikhlas?
A: Bukan. Melupakan jarang total; ikhlas lebih ke menerima kenyataan dan berdamai dengan perasaan.

Q: Bolehkah tetap berteman setelah putus?
A: Bisa, tapi hanya jika kedua pihak sudah benar-benar melepas keterikatan emosional dan hubungan itu sehat untuk keduanya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Editor: DAW

Baca juga:  Profil Lengkap Lula Lahfah: Selebgram Meninggal Di Apartemen Jaksel, Penyebab Masih Diselidiki
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Perselingkuhan menjadi salah satu masalah terbesar dalam hubungan rumah tangga. Tidak sedikit pasangan yang awalnya terlihat harmonis justru berakhir karena hadirnya orang ketiga....

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Dalam sebuah hubungan, tidak sedikit perempuan merasa bingung ketika seorang pria yang awalnya terlihat serius tiba-tiba mulai menjaga jarak, membalas pesan lebih lama,...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Di era digital saat ini, akses terhadap film porno menjadi sangat mudah. Banyak orang awalnya hanya sekadar penasaran, namun tanpa disadari kebiasaan tersebut...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Memasuki Mei 2026, energi perubahan diprediksi mulai terasa bagi sebagian besar pemilik shio. Ada yang mendapatkan peluang besar dalam karier dan keuangan, namun...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Doris Fisher, salah satu pendiri perusahaan ritel mode global Gap Inc., meninggal dunia pada usia 94 tahun. Fisher mengembuskan napas terakhir pada Sabtu...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Generasi baby boomer yang kini memasuki usia 55 tahun ke atas perlu semakin memperhatikan kondisi kesehatan tubuh. Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh mulai...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Banyak orang pernah berada di situasi yang sama: dulu sempat dekat, sering chat, bahkan terasa nyaman satu sama lain, tetapi lama-kelamaan komunikasi mulai...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Dalam tradisi masyarakat Jawa, nama bukanlah sekadar deretan huruf atau label identitas yang diberikan orang tua kepada anaknya. Nama dianggap sebagai doa, harapan,...

Advertisement