PSSI Targetkan Juara Piala AFF 2026, Sumardji: Sejak Merdeka Kita Belum Dapat Trofi
Ketua Badan Tim Nasional PSSI, Sumardji. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Newestindonesia.co.id, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyampaikan optimisme tinggi untuk Timnas Indonesia mencetak sejarah baru meraih gelar juara di ajang Piala AFF 2026. Turnamen sepak bola paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara ini dijadwalkan akan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menegaskan bahwa pihaknya sangat tertantang untuk memanfaatkan momentum tahun ini demi memutus tren tanpa gelar juara Piala AFF. Dia menyatakan, juara Piala AFF menjadi prioritas utama federasi untuk membuktikan kualitas skuad Garuda yang kini dinilai terus menunjukkan progres positif.
“Sejak kita merdeka sampai dengan sekarang, Timnas kita belum bisa mendapatkan trofi juara lho,” kata Sumardji dalam forum Water Break PSSI Pers di Jakarta, Jumat (3/7) dikutip melalui CNN Indonesia.
“Maka dengan adanya anggapan seperti itu, saya, kami di PSSI tentu tertantang untuk momentum 2026 ini untuk bisa meraih juara,” tambahnya.
Kolaborasi Pemain Diaspora dan Komando Pelatih John Herdman
Sumardji menilai kualitas Timnas Indonesia saat ini sudah jauh lebih baik berkat dukungan tim kepelatihan kompeten di bawah komando John Herdman. Selain itu, komposisi kompetisi domestik saat ini juga dinilai semakin solid, karena diperkuat banyak pemain diaspora yang pulang ke tanah air.
“Tinggal bagaimana kami dari PSSI mendukung, menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh tim pelatih agar supaya menyiapkan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Sumardji.
Demi mencapai target besar tersebut, tim kepelatihan Timnas Indonesia kini berfokus membangun karakter mental yang dikolaborasikan secara seimbang dengan kekuatan fisik serta keahlian taktis. PSSI percaya kombinasi dari hasil evaluasi panjang ini akan menjadi kekuatan dahsyat untuk memenangkan setiap pertandingan.
Siap Antisipasi Non-Teknis dan Balas Perlawanan Vietnam
Kendati demikian, langkah Indonesia dipastikan tidak mudah karena harus kembali bersua rival bebuyutan, Vietnam, yang dikenal kerap menghalalkan segala cara di fase grup. Namun, pihak BTN mengaku sudah memahami peta kekuatan lawan dan siap mengantisipasi segala faktor non-teknis demi membalas kekalahan masa lalu.
“Saya jujur saja, kalau lawan Vietnam itu sudah khatam-lah. Seperti tadi Cahya sampaikan, segala cara dilakukan. Ingat, ya! Kali ini kita akan balas itu semua,” tegas Sumardji.
Di akhir keterangannya, Ketua BTN turut berharap penuh agar para suporter dapat memadati stadion secara langsung di setiap laga untuk membakar semangat skuad Garuda. Kehadiran pemain ke-12 dianggap sangat krusial dalam memotivasi pemain agar tampil all-out demi Merah Putih.
(DAW)
