Hadiri Pengukuhan Anggota BPK, Dirut BULOG Tekankan Akuntabilitas Pangan

dirut-bulog-hadiri-pengukuhan-profesor-kehormatan-anggota-vii-bpk-ri-1782637367294

Foto: BPK RI

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menghadiri prosesi ilmiah Pengukuhan Profesor Kehormatan kepada Anggota VII Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Slamet Edy Purnomo. Sidang senat terbuka akademik tersebut diselenggarakan oleh Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) di Semarang, Jawa Tengah.

Kehadiran orang nomor satu di Perum BULOG tersebut bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan menjadi wujud nyata penghormatan sekaligus komitmen dalam memperkuat sinergi antarlembaga negara. Kerja sama ini dinilai krusial guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), terutama dalam menyukseskan berbagai agenda strategis nasional di sektor ketahanan pangan.

Ketahanan Pangan sebagai Pilar Ketahanan Nasional

Dalam orasi ilmiahnya yang disampaikan di hadapan rapat senat akademik, Profesor Kehormatan Slamet Edy Purnomo menggarisbawahi pentingnya sektor pangan bagi kedaulatan negara. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dari ketahanan nasional yang tidak dapat ditawar lagi. Oleh karena itu, pengelolaannya membutuhkan sistem tata kelola yang akuntabel, kolaboratif, serta berkelanjutan.

Sebagai lembaga pemeriksa eksternal negara, BPK RI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mendukung penuh program-program kerja pemerintah. Dukungan ini diwujudkan melalui fungsi pemeriksaan yang konstruktif. Tujuannya agar setiap kebijakan strategis, khususnya di sektor pangan, dapat diimplementasikan secara efektif, efisien, transparan, dan mampu memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Menariknya, dalam prosesi pengukuhan tersebut, nama Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani beberapa kali disebut secara khusus. Ia dinilai sebagai salah satu pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memegang peran sentral dan strategis dalam mengimplementasikan kebijakan-kebijakan krusial pemerintah di bidang pangan. Penyebutan ini sekaligus menegaskan kembali posisi vital BULOG sebagai instrumen utama negara dalam mengamankan stabilitas pasokan serta keterjangkauan harga pangan secara nasional.

Baca juga:  Meutya Hafid Tegas Soal Video Amien Rais: Mengandung Fitnah dan Serangan Personal

Komitmen BULOG Terhadap Transparansi dan Sinergi

Merespons pengukuhan jabatan akademik tertinggi tersebut, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pencapaian Profesor Kehormatan yang diraih oleh Slamet Edy Purnomo.

Ahmad Rizal Ramdhani menilai, pemikiran-pemikiran yang disampaikan oleh Anggota VII BPK RI tersebut menjadi angin segar sekaligus kompas penting dalam menjaga integritas tata kelola lembaga-lembaga negara, termasuk BUMN pangan.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Slamet Edy Purnomo atas pengukuhan sebagai Profesor Kehormatan UNISSULA. Pemikiran beliau mengenai tata kelola dan penguatan akuntabilitas menjadi kontribusi penting dalam mendukung program strategis pemerintah, termasuk mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan tertulisnya.

Mantan Danrem 061/Suryakencana itu juga menegaskan bahwa jajaran Perum BULOG membuka pintu selebar-lebarnya untuk memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai pihak demi memastikan roda organisasi berjalan di jalur yang tepat.

“Perum BULOG siap terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk BPK RI, untuk memastikan setiap penugasan pemerintah dapat dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tegasnya menambahkan.

Fondasi Kuat Menuju Keberlanjutan Pangan

Manajemen Perum BULOG meyakini bahwa penguatan tata kelola internal perusahaan yang didukung penuh oleh pengawasan yang independen, objektif, dan konstruktif dari lembaga seperti BPK RI adalah fondasi utama. Tanpa adanya transparansi dan akuntabilitas yang kokoh, keberhasilan jangka panjang program ketahanan pangan nasional akan sulit dicapai.

Melalui momentum akademik ini, disepakati bahwa sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, BPK RI, BUMN, kalangan akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan terkait akan menjadi pilar kekuatan utama. Kerja sama kolektif inilah yang nantinya senantiasa menjamin ketersediaan pangan yang cukup, merata, terjangkau, serta berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat di pelosok tanah air.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement
Baca juga:  Pengacara Yakini Roy Suryo Tak Akan Ditahan Di Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi