Gempa Kembar Guncang Venezuela: 164 Tewas, Delcy Rodriguez Deklarasikan Darurat Nasional

gempa-venezuela-1782354718278_169

Korban tewas dua gempa dahsyat Venezuela bertambah menjadi total 164 orang per Kamis (25/6). (Foto: REUTERS/Fausto Torrealba)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Korban tewas akibat dua gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela dilaporkan terus bertambah. Hingga Kamis (25/6), otoritas setempat mengonfirmasi total korban meninggal dunia telah mencapai 164 orang, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Pelaksana Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyampaikan bahwa selain korban jiwa yang terus meningkat, setidaknya ada sekitar 971 orang yang mengalami luka-luka akibat guncangan hebat yang terjadi pada Rabu malam waktu setempat.

Jumlah korban tersebut diperkirakan masih berpotensi besar untuk bertambah. Pasalnya hingga saat ini, tim SAR bersama pihak berwenang masih terus melakukan proses pencarian dan evakuasi terhadap warga yang diduga kuat masih terjebak di bawah reruntuhan gedung serta bangunan yang roboh.

Dihantam Puluhan Gempa Susulan

Melansir laporan AFP, situasi di lapangan kian mengkhawatirkan setelah wilayah tersebut dilaporkan terus bergetar. Pelaksana Presiden Delcy Rodriguez menuturkan bahwa otoritas berwenang mencatat setidaknya sudah terjadi 30 kali gempa susulan setelah dua gempa utama yang destruktif menghantam negara tersebut.

Berdasarkan data dari United States Geological Survey (USGS), petaka ini dimulai dari gempa pertama yang berkekuatan magnitudo 7,2 dengan pusat gempa berada di San Felipe, Negara Bagian Yaracuy. Selang 39 detik kemudian, gempa kedua yang jauh lebih kuat mengguncang dengan kekuatan magnitudo 7,5.

Potensi Kerusakan Massal Menurut USGS

Skala gempa kembar ini memicu peringatan serius dari badan geologi dunia. USGS memperingatkan bahwa gempa kedua tersebut berpotensi besar menimbulkan korban jiwa dalam jumlah yang masif serta kerusakan infrastruktur yang sangat luas.

Bahkan, dalam pemodelan matematisnya, lembaga tersebut memperkirakan adanya peluang sebesar 44 persen bahwa total jumlah korban tewas dapat melampaui angka 10.000 orang. Sementara itu, peluang angka kematian melebihi 100.000 orang berada di angka 30 persen.

Baca juga:  Abu Doto Berpulang, Pemerintah Aceh: Kehilangan Besar Bagi Perjalanan Sejarah

Kondisi Ibu Kota Caracas dan Status Darurat

Dampak guncangan dahsyat ini terasa kuat hingga ke ibu kota Venezuela, Caracas. Sejumlah bangunan di kota tersebut dilaporkan runtuh total, pasokan bahan bakar lumpuh dan terputus, serta kepanikan melanda warga. Dari balik reruntuhan puing-puing bangunan, suara teriakan warga yang terjebak meminta pertolongan dilaporkan masih terdengar.

Merespons situasi kritis ini, Menteri Dalam Negeri Venezuela langsung mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warga agar segera mengosongkan dan meninggalkan rumah mereka demi keselamatan jiwa.

Guna mempercepat penanganan bencana dan mobilisasi bantuan, Pelaksana Presiden Delcy Rodriguez juga telah resmi mendeklarasikan status darurat nasional.

Solidaritas Internasional Mulai Mengalir

Tragedi kemanusiaan yang menimpa Venezuela ini langsung memantik perhatian dunia internasional. Sejumlah negara besar di antaranya Amerika Serikat, China, Spanyol, hingga Prancis telah menyatakan komitmennya dan bersiap untuk segera mengirimkan bantuan darurat guna menyokong proses evakuasi dan pemulihan pascabencana di Venezuela.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement