Yacht Berbendera Australia Kandas Di Pantai Rote NTT, Polisi Telusuri Keberadaan ABK

kapal-yacht-asal-australia-yang-terdampar-di-bibir-pantai-kabupaten-rote-ndao-ntt-1781703916922_169

Kapal yacht asal Australia yang terdampar di bibir pantai Kabupaten Rote Ndao, NTT. (Foto: Dok. Polda NTT)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Warga Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dibuat geger dengan penemuan sebuah kapal yacht berbendera Australia yang terdampar di pesisir Pantai Duile.

Kapal bernama Balamara itu ditemukan dalam kondisi kandas di bibir pantai pada Selasa (16/6/2026). Yang mengejutkan, tidak ada satu pun nakhoda, anak buah kapal (ABK), maupun penumpang di dalam kapal tersebut.

Polisi Langsung Turun ke Lokasi

Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan warga mengenai keberadaan kapal asing tersebut.

“Begitu menerima laporan dari warga, personel Polsek Rote Timur langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Saat tiba di tempat kejadian, petugas menemukan sebuah kapal yacht berbendera Australia dalam keadaan kandas dan tidak terdapat seorang pun di atas kapal,” kata Mardiono, Rabu (17/6) dikutip melalui detikBali.

Temuan kapal tanpa awak tersebut memicu perhatian masyarakat sekitar. Aparat kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap kapal guna mengungkap identitas serta penyebab kapal itu bisa terdampar di wilayah perairan Indonesia.

Dokumen Jual Beli Ditemukan di Dalam Kapal

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan identitas kapal.

Dokumen tersebut berupa formulir penawaran pembelian dan perjanjian jual beli. Berdasarkan dokumen yang ditemukan, kapal itu bernama Balamara, bertipe Adams Traditional 36, memiliki nomor lambung AU-WWA072974, serta menggunakan mesin Volvo Penta.

Selain dokumen, petugas juga menemukan berbagai barang yang masih berada di dalam yacht.

Barang-barang yang diamankan antara lain:

  • Satu unit GPS;
  • Tas berisi pakaian;
  • Satu unit bor listrik;
  • Satu unit televisi.

Kapolres Rote Ndao menegaskan seluruh barang tersebut telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Baca juga:  Kredit Fiktif LPD Mambal Bali, Polisi Sebut Telah Periksa 58 Saksi

“Seluruh barang yang ditemukan telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Kami juga memasang garis polisi di sekitar lokasi guna menghindari gangguan terhadap barang bukti maupun tindakan yang dapat merusak proses pemeriksaan,” tegas Mardiono.

Warga dan Polisi Menambatkan Kapal

Untuk mencegah kapal hanyut terbawa arus laut, aparat bersama warga setempat melakukan penambatan kapal di sekitar lokasi penemuan.

Kapolsek Rote Timur Ipda A. Ikram Mahben menjelaskan informasi mengenai kapal tersebut pertama kali diperoleh dari warga setempat yang kemudian melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas Desa Faifua.

“Dari hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah dokumen yang mengarah pada identitas kapal, termasuk formulir penawaran pembelian dan perjanjian jual beli yang memuat nama kapal Balamara, tipe kapal, nomor lambung, serta identitas penjual dan pembeli,” ujar Ikram Mahben.

Saat petugas tiba di lokasi, kapal ditemukan dalam keadaan kosong tanpa adanya awak maupun penumpang.

Polisi Telusuri Asal-usul Pelayaran

Hingga kini, Polres Rote Ndao masih melakukan pendalaman terkait asal-usul kapal tersebut dan keberadaan orang-orang yang seharusnya berada di dalamnya.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait asal-usul pelayaran kapal ini, bagaimana bisa terdampar di wilayah Rote Timur, serta keberadaan nahkoda dan awak kapalnya. Semua kemungkinan akan kami telusuri bersama pihak-pihak terkait,” ujar AKBP Mardiono.

Karena kapal tersebut berbendera Australia, aparat kepolisian juga berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan otoritas Australia.

Masyarakat Diminta Tidak Mendekati Kapal

Polisi telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kapal yang kandas. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati kapal maupun mengambil barang-barang yang berada di dalamnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keutuhan barang bukti sekaligus mempermudah proses penyelidikan yang masih berlangsung.

Baca juga:  Duh! Wanita Muda Di Bandar Lampung Alami Pelecehan Seksual Dan Dipukul Saat Salat Di Masjid

Hingga saat ini, misteri mengenai bagaimana kapal yacht Balamara dapat terdampar di Pantai Duile serta keberadaan awak kapal masih menjadi tanda tanya yang terus didalami aparat kepolisian.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement