Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak Misterius Di Rangka Bawah Mobil

Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak Misterius di Rangka Bawah Mobil

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto saat menunjukan teror dalam bentuk pesan yang masuk ke handphonenya, Jumat (13/02/2026).(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

Newestindonesia.co.id, Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) periode 2025, Tiyo Ardianto, melaporkan temuan mengejutkan berupa alat pelacak misterius yang terpasang pada mobil yang dikendarainya. Kejadian ini disadarinya sesaat setelah ia pulang dari kawasan Gejayan, Sleman, Yogyakarta.

Kabar mengenai dugaan penguntitan tersebut pertama kali dibagikan Tiyo melalui sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya. Dalam rekaman video yang beredar, ia terlihat secara langsung memeriksa area kolong kendaraan dan menemukan sebuah perangkat elektronik yang menempel pada bagian rangka bawah mobil.

Tiyo menjelaskan bahwa perangkat pelacak tersebut bermerek PBX Finder. Dirinya baru menyadari keberadaan alat pengintai tersebut setelah sistem mendeteksi adanya perangkat asing yang terus mengikuti pergerakannya.

“Sepulang dari Gejayan, saya baru sadar ada notifikasi penting dan genting: sebuah alat pelacak yang bernama PBX Finder ditemukan bergerak bersama saya,” tulis Tiyo dalam keterangan di postingan Instagram-nya.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut pada Minggu (14/6/2026), Tiyo membenarkan peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 13 Juni 2026. Ia juga mengungkapkan bahwa kendaraan yang dipasangi alat pelacak itu sebenarnya bukan milik pribadi, melainkan kendaraan kerabat yang sengaja ia sewa atau pinjam demi alasan keamanan pribadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Itu mobil saudara yang saya pinjam untuk bepergian sejak merasa tidak aman,” ujar Tiyo Ardianto saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (14/6/2026) seperti dikutip melalui Kompas.

Hingga saat ini, Tiyo mengaku sama sekali tidak mengetahui pihak mana yang bertanggung jawab atas pemasangan alat pelacak di area luar mobilnya tersebut. Ia menyayangkan adanya tindakan intimidasi terselubung ini di tengah perannya sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil yang kritis.

Baca juga:  Viral! Mahasiswa Undip Dianiaya Puluhan Teman Sekampus, Polisi Periksa Saksi

“Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya. Kita beri ia obat untuk penyakit-penyakitnya, tapi ia justru mencoba meracuni kita,” pungkas Tiyo dalam unggahannya.

(DAW)