Usai Serangan Drone Hizbullah, Israel Serukan Evakuasi Massal Di Lebanon Selatan

serangan-israel-rusak-kawasan-bersejarah-di-lebanon-selatan-1779353774100_169

Ilustrasi Serangan Israel Rusak Kawasan Bersejarah di Lebanon Selatan (Foto: REUTERS/Stringer)

Newestindonesia.co.id, Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel menyiapkan serangan balasan terhadap kelompok Hizbullah menyusul serangan dua drone yang diduga diluncurkan dari wilayah Lebanon ke bagian utara Israel.

Militer Israel menyatakan serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, insiden itu memicu desakan dari sejumlah pejabat tinggi Israel agar pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap kelompok Hizbullah.

“Dua dampak dari target udara yang mencurigakan di wilayah Israel diidentifikasi di dekat perbatasan Israel-Lebanon. Tidak ada laporan cedera,” kata militer Israel, seperti dilansir AFP, Minggu (14/6/2026).

Pejabat Israel Desak Serangan ke Basis Hizbullah

Setelah serangan drone tersebut, dua menteri sayap kanan Israel secara terbuka menyerukan pembalasan terhadap kawasan Dahiyeh di pinggiran selatan Beirut, yang dikenal sebagai benteng utama Hizbullah.

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menerapkan “Doktrin Dahiyeh” secara tegas.

“Penembakan di komunitas utara adalah ujian Doktrin Dahiyeh yang telah diumumkan oleh perdana menteri. Saya menyerukan kepadanya untuk menerapkannya secara tegas dan mantap, dan untuk menghancurkan bangunan-bangunan di Dahiyeh,” kata Smotrich melalui akun X miliknya.

Seruan serupa disampaikan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, yang mendesak tindakan balasan terhadap setiap serangan yang dilancarkan Hizbullah.

“Untuk setiap drone, sebuah rudal, untuk setiap pelanggaran, tembakan, untuk setiap UAV, Dahiyeh harus gemetar,” tulis Ben Gvir melalui akun X miliknya.

Netanyahu Pernah Peringatkan Hizbullah

Sebelumnya, sejumlah pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, telah memperingatkan bahwa Israel akan menyerang kawasan Dahiyeh apabila Hizbullah yang didukung Iran kembali menargetkan wilayah utara Israel.

Menurut pemerintah Israel, posisi tersebut juga mendapat dukungan dari Amerika Serikat.

Baca juga:  El Mencho Tewas dalam Operasi Besar, Trump Desak Meksiko Perangi Kartel

Ketegangan antara kedua pihak terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Netanyahu sebelumnya bahkan menegaskan bahwa operasi militer terhadap Hizbullah belum berakhir.

“Saya telah menginstruksikan (militer Israel) untuk memperluas manuver darat di Lebanon,” kata Netanyahu dalam pernyataan sebelumnya.

Israel Keluarkan Perintah Evakuasi untuk 29 Wilayah Lebanon

Di tengah ancaman eskalasi konflik, militer Israel mengeluarkan perintah pengungsian paksa bagi penduduk di lebih dari 20 kota dan desa di Lebanon selatan.

Israel memperingatkan bahwa serangan akan mencakup 29 lokasi, yang terdiri dari 25 wilayah di distrik Nabatieh dan empat wilayah di distrik Sidon.

Seluruh warga di daerah tersebut diperintahkan untuk segera mengungsi menuju wilayah utara Sungai Zahrani.

Dalam serangkaian pernyataan yang dipublikasikan melalui platform X, juru bicara militer Israel menyebut beberapa wilayah yang termasuk dalam perintah evakuasi tersebut.

Kota-kota yang dimaksud antara lain Jbaa, Houmin al-Tahta, Ansar, dan Kfar Sir.

Konflik Israel-Lebanon Kembali Memanas

Konflik antara Israel dan Hizbullah kembali memanas sejak awal tahun ini. Serangan udara dan operasi militer Israel di wilayah Lebanon selatan terus berlanjut, sementara Hizbullah juga melancarkan serangan roket dan drone ke wilayah Israel.

Beberapa hari sebelumnya, serangan Israel terhadap kota Tyre di Lebanon dilaporkan menyebabkan kerusakan pada tiga rumah sakit dan melukai sedikitnya 10 tenaga medis serta staf administrasi.

“Sebuah area yang terletak sekitar 15 meter (50 kaki) dari rumah sakit menjadi sasaran, dan 10 anggota staf medis dan administrasi terluka,” kata pimpinan Rumah Sakit Hiram, Dr Salman Aydibi.

Ia mengatakan serangan itu menghancurkan jendela dan merusak kendaraan yang terparkir di depan rumah sakit.

“Ini adalah kali keenam area rumah sakit tersebut menjadi sasaran serangan Israel sejak awal perang,” katanya.

Baca juga:  Direktur Museum Louvre Prancis Ajukan Resign Usai Insiden Perampokan

Konflik yang berkepanjangan telah memicu gelombang pengungsian besar-besaran di Lebanon. Data pemerintah Lebanon menunjukkan jutaan warga terdampak akibat operasi militer dan perintah evakuasi yang terus meluas.

Dengan meningkatnya ancaman serangan balasan dari Israel dan seruan keras dari para pejabatnya, kawasan perbatasan Israel-Lebanon diperkirakan masih akan menjadi titik panas yang berpotensi memicu eskalasi lebih luas di Timur Tengah.

(DAW)