Remaja Tewas Akibat Ledakan Di Bekas Markas OPM Lanny Jaya, TNI Lakukan Penyelidikan

warga-melakukan-penanganan-terhadap-jenazah-korban-ledakan-di-kawasan-bekas-markas-opm-di-lanny-jaya-1780828460190_169

Foto: Warga melakukan penanganan terhadap jenazah korban ledakan di kawasan bekas markas OPM di Lanny Jaya. (dok. Istimewa)

Newestindonesia.co.id, Sebuah ledakan maut terjadi di kawasan bekas markas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Minggu (7/6/2026). Insiden tersebut menyebabkan seorang remaja bernama Endite Wea (18) meninggal dunia saat sedang beraktivitas bersama warga lainnya di lokasi tersebut.

Peristiwa tragis itu terjadi di wilayah Kampung Toemalo, yang sebelumnya diketahui pernah menjadi basis kelompok TPNPB-OPM Kodap XII/Lanny Jaya yang dipimpin Purom Okiman Wenda. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, ledakan diduga berasal dari sisa bahan peledak atau amunisi yang tertinggal di lokasi tersebut.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa lokasi kejadian merupakan kawasan yang pernah digunakan oleh kelompok separatis bersenjata.

“Lokasi ledakan berada di kawasan yang sebelumnya diketahui sebagai bekas markas TPNPB-OPM Kodap XII/Lanny Jaya kelompok Purom Okiman Wenda,” kata Wirya dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, hasil pengamatan sementara menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa sumber ledakan berasal dari sisa amunisi atau bahan peledak yang ditinggalkan kelompok tersebut.

“Berdasarkan hasil pengamatan awal terhadap karakteristik ledakan dan kondisi lokasi, terdapat dugaan bahwa sumber ledakan berasal dari sisa bahan peledak atau amunisi yang tertinggal oleh kelompok separatis bersenjata di wilayah tersebut,” ujarnya.

Terjadi Saat Warga Mencari Kelapa Hutan

Saat kejadian, sejumlah warga dari Kampung Toemalo, Kampung Mbu, dan Kampung Wunabunggu diketahui tengah melakukan aktivitas mencari serta membakar kelapa hutan di sekitar lokasi bekas markas tersebut. Aktivitas itu merupakan kegiatan yang biasa dilakukan masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun tanpa diduga, sebuah ledakan keras terjadi dan mengakibatkan korban jiwa. Endite Wea, remaja berusia 18 tahun asal Kampung Mbu, menjadi korban dalam insiden tersebut.

Baca juga:  Empat Kali Perkosa Pelajar 16 Tahun Hingga Hamil, Polisi Tangkap Pria Di Sikka

“Seorang warga bernama Endite Wea (18) asal Kampung Mbu, dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan yang terjadi di lokasi,” kata Wirya.

Warga yang berada di sekitar lokasi segera melakukan evakuasi terhadap korban setelah ledakan terjadi. Dokumentasi yang beredar menunjukkan sejumlah warga berupaya menangani jenazah korban di lokasi kejadian sebelum dibawa ke kampung untuk proses lebih lanjut.

TNI Masih Selidiki Penyebab Pasti Ledakan

Meski dugaan awal mengarah pada sisa amunisi milik kelompok separatis bersenjata, TNI menyatakan penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti ledakan tersebut.

Personel Satgas Koops TNI Habema saat ini masih berada di lapangan guna mengumpulkan berbagai informasi dan bukti yang dapat menjelaskan secara rinci sumber ledakan.

Penyelidikan juga dilakukan untuk memastikan apakah masih terdapat bahan peledak lain yang tersisa di kawasan tersebut sehingga dapat membahayakan keselamatan warga.

Imbauan kepada Masyarakat

Pasca kejadian, TNI mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi ledakan maupun area-area yang pernah menjadi basis kelompok bersenjata. Langkah ini dilakukan guna menghindari kemungkinan adanya bahan peledak aktif yang masih tertinggal.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan amunisi atau bahan peledak.

Peringatan tersebut menjadi penting mengingat sejumlah wilayah konflik di Papua masih menyimpan potensi bahaya dari sisa-sisa persenjataan yang pernah digunakan dalam aktivitas kelompok bersenjata.

Ancaman Sisa Amunisi di Wilayah Konflik

Insiden di Lanny Jaya kembali mengingatkan akan bahaya sisa amunisi dan bahan peledak yang tertinggal di wilayah bekas konflik. Benda-benda tersebut sering kali terkubur, tersembunyi di semak belukar, atau tidak dikenali oleh warga sehingga berpotensi menimbulkan korban jiwa ketika tersentuh atau terkena panas.

Baca juga:  Viral Ibu Hamil Ditandu 30 Kilometer Di Tapsel, Bayi Meninggal Dalam Kandungan

Dalam beberapa kasus di Papua, aparat keamanan kerap menemukan amunisi aktif, mortir, maupun bahan peledak yang masih berfungsi meski telah lama ditinggalkan. Temuan seperti itu menunjukkan pentingnya proses sterilisasi dan pengamanan wilayah yang pernah menjadi lokasi aktivitas kelompok bersenjata.

Peristiwa yang menewaskan Endite Wea menjadi pengingat bahwa ancaman dari sisa-sisa konflik tidak hanya terjadi saat kontak senjata berlangsung, tetapi juga dapat muncul jauh setelah sebuah wilayah ditinggalkan.

Duka bagi Keluarga Korban

Kematian Endite Wea meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Kampung Mbu. Remaja yang sedang menjalani aktivitas bersama warga lainnya itu tidak pernah menyangka bahwa kegiatan mencari kelapa hutan akan berakhir dengan tragedi.

Warga berharap aparat dapat segera memastikan keamanan kawasan tersebut agar tidak ada lagi korban serupa di masa mendatang. Sementara itu, penyelidikan terhadap sumber ledakan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.

(DAW)