Newestindonesia.co.id, Pulau Bali menghadapi persoalan sampah yang semakin serius. Tumpukan sampah yang menggunung di sejumlah titik kini mulai mengganggu aktivitas masyarakat, usaha pariwisata, hingga kenyamanan wisatawan yang datang ke Pulau Dewata.
Dilansir melalui CNBC Indonesia (1/5), Kondisi tersebut terlihat di sejumlah kawasan di Denpasar dan daerah penyangga pariwisata lainnya. Tumpukan sampah yang tidak segera terangkut memunculkan bau menyengat, mengundang tikus, hingga memicu asap dari pembakaran liar sampah. Situasi ini memunculkan kekhawatiran terhadap citra Bali sebagai destinasi wisata internasional.
Krisis sampah di Bali disebut semakin terasa dalam beberapa pekan terakhir. Persoalan tidak hanya menyangkut kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) yang terbatas, tetapi juga distribusi pengangkutan sampah yang belum optimal di sejumlah wilayah. Akibatnya, sampah rumah tangga dan limbah usaha menumpuk di pinggir jalan maupun kawasan permukiman.
Pelaku usaha wisata mulai merasakan dampaknya secara langsung. Bau busuk dari sampah yang menumpuk disebut mengganggu kenyamanan tamu hotel, restoran, hingga pengunjung tempat wisata. Selain itu, munculnya asap akibat pembakaran sampah liar juga memicu keluhan warga dan wisatawan.
Pemerintah daerah bersama sejumlah pihak kini berupaya mencari solusi sementara untuk mengurangi penumpukan sampah. Langkah penanganan dilakukan mulai dari percepatan pengangkutan hingga pembahasan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL.
Sampah Menjadi Energi Listrik?
Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya juga membahas persoalan penanganan sampah bersama Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah. Dalam pertemuan tersebut, isu pengolahan sampah menjadi energi listrik menjadi salah satu topik utama yang dibicarakan.
“Hanya ngobrol santai sambil makan. Agenda rutin informal, sudah dari dulu,” kata Koster seperti dikutip detikBali.
Sementara itu, De Gadjah menyebut diskusi tersebut membahas berbagai persoalan strategis di Bali, termasuk sampah dan proyek PSEL yang disebut akan segera memasuki tahap nota kesepahaman.
“Intinya kami ngobrol santai sambil diskusinya untuk Bali, kita ngobrol diskusi banyak tentang sampah juga, kita ngobrol diskusi tentang PSEL yang sebentar lagi MoU,” ujar De Gadjah.
Masalah sampah di Bali memang menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Pulau yang bergantung besar pada sektor pariwisata itu menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah, terutama di tengah meningkatnya jumlah wisatawan dan aktivitas ekonomi.
Berbagai pihak menilai penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengurangan sampah dari sumber, peningkatan fasilitas pengolahan, hingga edukasi masyarakat terkait pemilahan sampah. Jika tidak segera diatasi, persoalan ini dikhawatirkan dapat memengaruhi citra Bali sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia di mata dunia.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


