Newestindonesia.co.id, Tekanan terhadap penyelenggara festival musik di London terus meningkat untuk mencoret rapper asal Amerika Serikat, Kanye West—yang kini dikenal sebagai Ye—dari posisi headliner dalam acara musim panas mendatang.
Kontroversi ini mencuat setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengkritik keputusan penyelenggara yang tetap memasukkan Ye dalam lineup festival, di tengah rekam jejak pernyataan antisemitisme yang pernah dilontarkan musisi tersebut.
Festival Wireless yang dijadwalkan berlangsung pada 10–12 Juli di Finsbury Park, London utara, kini menghadapi gelombang penolakan dari berbagai pihak, termasuk tokoh politik dan kelompok masyarakat.
Dilansir melalui Associated Press (6/4), Salah satu dampak langsung dari polemik ini adalah mundurnya sponsor utama. Perusahaan minuman Pepsi diketahui telah menarik dukungannya dari acara tersebut. Meski tidak memberikan alasan resmi, langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kritik terhadap keterlibatan Ye dalam festival.
Selain Pepsi, sponsor lain seperti Budweiser dan PayPal juga didesak untuk mengikuti langkah serupa.
Perdana Menteri Keir Starmer menyampaikan kekhawatirannya secara terbuka. Ia menilai keputusan menghadirkan Ye sebagai pengisi acara utama sangat bermasalah mengingat rekam jejak kontroversial sang artis.
Ia menegaskan bahwa antisemitisme tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun.
“Antisemitisme dalam bentuk apa pun itu menjijikkan dan harus dilawan dengan tegas,” ujar Starmer.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan Inggris menjadi tempat yang aman bagi komunitas Yahudi.
Kontroversi ini tidak lepas dari sejumlah pernyataan dan tindakan Ye di masa lalu yang dinilai mengandung unsur antisemitisme. Dalam beberapa tahun terakhir, ia menuai kecaman luas setelah membuat komentar kontroversial dan menunjukkan simpati terhadap simbol serta tokoh Nazi.
Meski demikian, Ye sempat menyampaikan permintaan maaf pada awal 2026. Dalam pernyataannya, ia mengaitkan perilaku tersebut dengan episode gangguan bipolar yang dialaminya.
Namun, permintaan maaf tersebut belum cukup meredam kritik. Banyak pihak menilai kehadiran Ye di panggung besar seperti festival musik justru berpotensi memberikan legitimasi terhadap ujaran kebencian.
Hingga kini, pihak penyelenggara Wireless Festival belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan agar Ye dicoret dari daftar penampil.
Situasi ini juga terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap insiden antisemitisme di Inggris, yang membuat isu ini semakin sensitif di ruang publik.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login